25 Juni 2012

Memperbaiki Rezeki, MTGW, Minggu, 13 Mei 2012

Segmen I :

4 konsep utama :

1. Semua uang adalah uang Tuhan.

2. Kepantasan.

Orang yang meminta harus pantas diberi.

3. Kita mau naik kelas, naik kelas kepantasan karena kelas pemberian yang kita minta lebih tinggi.

4. Hidup ini lari maraton bukan lari 100 meter siapa yang paling cepat, ini panjang-panjangan ketahanan kebaikan.


Tuhan Maha Memungkinkan. Mungkin tidak orang yang tidak pantas diberi sesuatu yang besar?

Mungkin. Maka, seninya adalah mencari hal-hal yang memungkinkan Tuhan membesarkan kita daripada ukuran kita sendiri.

Oleh karena itu, banyak dari kita terlalu menakar kemampuan Tuhan. Kemampuan Tuhan besar sekali, jangan batasi.

Kekayaan itu harus. Jangan sampai orang jahat yang kaya, menggunakan kekayaannya untuk menistai orang baik. Yuk jadi orang baik yang kaya.

Orang miskin yang nanti kalau kaya jadi orang baik, tidak mungkin dibuat kaya. Yang namanya rezeki berubah menjadi berkah kalau penggunaannya indah. Jadi, kepantasan untuk diberi itu termasuk kepantasan setelah menerima. Bersyukur itu berarti menggunakan uang Tuhan untuk kebaikan.


Segmen II :

Kita itu harus bagi tugas yang jelas sekali antara kita dengan Tuhan. Tugas kita untuk meminta dan tugas Tuhan untuk memberi. Meminta disebut tugas karena diperintahkan oleh Tuhan untuk berdoa. Jadi, kewajiban kita adalah untuk meminta.

Upaya = doa + tindakan.

Dari semua permintaan, yang paling indah itu yang tidak dikatakan. Permintaan yang paling kuat adalah yang tidak dikatakan tetapi dalam tindakan. Itu sebabnya doa yang paling indah adalah doa dalam bentuk kehidupan.

Orang yang hidupnya berdoa. Bangun pagi karena dia tahu bahwa rezeki harus segera dijemput. Meramahkan diri, senyum karena tahu penghormatan itu penting bagi hati sesama. Menyimpan uang orang dengan amanah.

Doa yang paling kuat, yang paling didengar itu dalam bentuk kehidupan.


Segmen III :

Pejabat itu orang amanah bukan orang kaya. Yang diberhasilkan menjadi orang tidak jujur itu orang yang dibiarkan karena sudah dilarang tetapi tetap maksa.

Kita itu dilahirkan suci. Kalau kita sama sekali tidak terkotori oleh kesalahan dan dosa, apakah rencana kebesaran hidup kita terjadi? Ya. Tapi dengan menuanya diri, kesucian waktu kita lahir batal sehingga yang menjadi hak kita waktu kita dewasa, tertunda.

Itulah sebabnya kenapa Tuhan bilang kita itu banyak-banyaklah minta maaf, supaya kita kembali kepada kesucian waktu kita dilahirkan. Dan karena kita batal terus dalam memperbaiki diri, diberikan masa-masa untuk memperbaiki diri supaya kembali ke fitrahnya.

Berarti, meminta maaf kepada manusia dan Tuhan, mengembalikan kepantasan kepada kita untuk dimuliakan sebagai sesuci-sucinya jiwa.


Segmen IV :

Kalau Anda melakukan hal-hal yang sama, Anda akan menjadi orang yang sama. Jadi, kalau kita mau ada perubahan, kita harus melakukan sesuatu yang lain, termasuk pilihan kata. Penghormatan terhadap sumber rezeki tidak boleh dikecilkan.

Sikap yang menyebabkan kita masuk ke kehidupan yang lemah tidak bisa digunakan sebagai sikap yang menguatkan kehidupan. Perbaharui kualitas sikap, hormati diri sendiri. Tuhan memberikan kita modal yaitu diri kita. Semua orang yang berhasil adalah orang yang menggunakan apa yang ada dalam dirinya dengan sebaik-baiknya.

Saya tidak mengajarkan kebencian tapi seandainya kalau ada benci satu hal, bencilah kerata-rataan. Jangan pernah katakan "hanya", "biasa", "kebetulan".

Kenapa menasihati orang itu sulit? Karena Tuhan ingin kita pantas menasihati sehingga orang yang memberikan nasihat diminta dengan penuh kasih oleh Tuhan untuk merasakan nasihatnya sendiri.

Marah itu adalah kesempatan untuk bersabar. Banyak orang memaki kemarahan padahal kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri. Kapan lagi Anda bersabar kalau tidak marah?

Orang kaya tidak boleh sombong karena dia dikayakan. Jangan menafikan peran Tuhan. Itu sombong sekali.

Sedang dikayakan maka periharalah kebaikanmu supaya lama kaya.

Sedang digagalkan maka perbaikilah kesabaranmu, ketulusanmu, kejujuranmu supaya tidak lama-lama gagal.

Jika kita benar-benar mengerti menerima ikhlas kekuatan Tuhan hampir tidak ada ilmu yang tidak bisa diambil dari keimanan.

Kemarahan adalah kesempatan indah untuk menyabarkan diri kita.


Segmen V :

Tuhan itu kadang-kadang mengusir kita dari satu tempat dengan cara membuat kita gelisah di situ.

Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan kalau dia bukan ikhlas menerima kekurangan tetapi ikhlas bertindak melebihkan dirinya supaya dia pantas bagi penghargaan yang lebih tinggi.

Ambil risiko, Tuhan menghargai orang yang berani melakukan sesuatu yang mengandung risiko karena percaya bahwa Tuhan akan merawat orang yang percaya kepada-Nya.

Untuk setiap jiwa, Tuhan sudah punya rencana. Pernikahan itu indah karena di dalam penyatuan ini, rencana Tuhan akan menjadi utuh.

Abaikan yang tidak membahagiakan Tuhan. Apapun yang ingin Anda lakukan tanya, apakah ini akan membahagiakan Tuhanku? Kalau tidak, komentar apapun dari orang lain tidak penting. Mereka sementara dalam hidupku. Aku permanen dalam hubunganku dengan Tuhan.

Kekurangan adalah ujian sementara bagi orang yang akan segera dilebihkan oleh Tuhan.


Segmen VI :

Sebagian besar sudah tahu jawabannya, yang membuat dia sepertinya tidak tahu karena tidak mau bertindak. Padahal tindakan itu separo dari doa. Doa + tindakan = upaya.

Tindakan yang menjadi kehidupan yang baik adalah doa yang terbaik. Orang yang sudah tidak "berdoa" karena kehidupannya adalah doa, dia bisa mendapat yang tidak dimintanya.

Jadi jangan terlalu terpaku kepada permintaan yang kita minta. Ada hal-hal yang lebih penting yang bisa diberikan Tuhan yang tidak kita minta kalau kita bertindak yang pantas menerima yang tidak kita minta.

Kita sudah tahu pertanyaan-pertanyaan kehidupan, kita itu hanya belum bertindak. Jadi kelihatannya seperti tidak tahu.

Lalu sebagian orang hidupnya hanya bertanya. Dijawab, tidak bertindak.

Kita itu kita pikir bisa lalu minta dihargai seperti yang kita pikir kita bisa. Atasan kita membayar kita dari yang sudah kita lakukan. Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan, bukan yang kita pikir bisa.

Kekurangan diterima untuk memperbaiki diri. Yuk kita membuktikan kepantasan untuk diberi. Bukan bertanya-tanya mengapa belum diberi. Kuncinya, bersyukur.

Upaya penentu kebaikan nasib. Jadi orang yang merasa nasibnya tidak baik, harus memeriksa upayanya.

Setiap orang berhak atas sebaik-baiknya kehidupan hanya kalau dia ikhlas berupaya.

Penghargaan orang lain itu dari yang sudah kita lakukan.


Segmen VII :

Sudut pandang. Kadang-kadang kita melihat kehidupan itu seperti tidak enak karena kita mengarahkan pandangan kita kepada hal-hal yang menyedihkan. Itu sebabnya, jagalah pergaulan yang baik. Dengarkan yang baik-baik. Baca yang baik-baik. Mudah-mudahan dengan itu, kita tidak hanya sudut pandangnya baik, di manapun kita melihat dibaikkan karena bagi mata yang ikhlas membaikkan kehidupan, sampahpun indah karena dia bisa menggali rezeki yang besar dari pengelolaan sampah.

Tidak semua orang yang bersekolah menjadi terpelajar. Dan tidak semua orang yang mengenyam pendidikan terdidik.

Belajarnya lama tetapi tidak digunakan untuk kebaikannya. Batas dari pengetahuan adalah pengetahuan terbaik. Gunakan. Bukan dikeluhkan, disepelekan, untuk memprotes Tuhan yang tidak memberikan izin kepada kita untuk belajar yang lain.

Penggunaan ilmu lebih penting daripada ilmu. Mempekerjakan orang berpendidikan, itu lebih penting daripada pendidikan karena banyak orang terdidik tidak mempekerjakan dirinya sendiri.

Itu sebabnya bagi kita yang muda-muda kalau mau karier Anda cemerlang, jangan berpikir hanya untuk bekerja, berpikirlah untuk mempekerjakan orang lain. Itu yang menjadikan kemampuan Anda berlipat-lipat sejumlah orang yang Anda pekerjakan.

Berdoa saja sudah indah. Apalagi hidup dalam keindahan doa.

Banyak di antara yang kita terima sekarang, yang kita nikmati adalah hal-hal yang tidak pernah kita minta.

Tuhan mengetahui hal-hal yang lebih baik daripada kita. Jadi mungkin permintaan itu hanya karena diperintahkan, minta saja, soal yang diberi apa betul-betul sebaiknya kita serahkan kepada Yang Maha Mengetahui.

Kalau permintaan yang baik adalah kehidupan yang baik, maka mulai hari ini kalau kita mau memperbaiki rezeki karena kehidupan ini yang panjang, tidak mungkin kita bisa tahan lari cepat 100 meter hari, perpanjanglah napas Anda dengan sikap yang lembut kepada sesama.

Kelembutan hati Anda, memanjangkan daya tahan Anda di dalam menghadapi kehidupan yang tidak mudah ini.

Mulai dari sekarang ambil tanggung jawab pribadi, gunakan kehidupan sebagai doa, gunakan kebaikan orang lain sebagai tanggung jawab kita, dan mudah-mudahan, jiwa-jiwa kita yang ikhlas membahagiakan sesama, dirawat kebahagiaannya oleh Tuhan Yang Maha Penyayang.

Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: