28 Juni 2012

Move On, MTGW, Minggu, 3 Juni 2012

Segmen I :

Ada dorongan kuat sekali agar Anda menjadi berhasil. Lebih besar sebetulnya kekuatan Anda untuk berhasil daripada gagal. Mengapa melambankan kehidupan di dalam kesedihan?

Pendapat paling penting dalam kehidupan ini adalah pendapat kita sendiri. Pendapat orang lain itu tidak masalah.

Yang Anda katakan kepada diri sendiri itu menjadi hal yang paling Anda percaya karena telinga ini sangat percaya kepada mulut yang paling dekat. Mulut kita sendiri.

Jangan pernah bicara merendahkan diri sendiri. Ajari orang untuk menghormati diri sendiri dengan bicara hanya baik tentang diri sendiri.

Percayalah pada hukum bahwa kalau aku baik, kehidupanku baik, termasuk pasangan yang baik bagiku.

Tuhan itu mempertemukan kita dengan orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat.

Impian Anda itu tidak bisa mati, mengapa Anda melambankan kehidupan di dalam kesedihan.


Segmen II :

Banyak orang tidak mau keluar dari derita karena itu derita cinta karena dia tadi menikmati keindahan dari rasa cinta.

Apa yang kita lihat di pikiran kita, itu menentukan sensitivitas kita pada yang kita lihat.

Pendapat Anda tentang diri Anda itu menentukan gambar yang Anda lihat.

Keinginan, visi, impian, semuanya dijaga agar tetap hidup supaya upaya Anda betul-betul kuat menuju kepada yang Anda inginkan.

Banyak orang membuat keputusan salah dalam kesedihan. Jadi waktu Anda sedih jangan buat keputusan. Waktu Anda marah jangan buat keputusan. Jauhilah beberapa langkah.

Kenapa saya jadikan hidup saya rusak hanya karena orang lain yang jelek. Saya tidak gunakan standar orang lain yang rendah untuk melukai kehidupan saya.


Segmen III :

Move on itu bukan hanya asal ganti, move on itu naik, bukan pada level yang sama.

Kalau kita memperbaiki diri, Tuhan pasti memperbaiki dia, apakah dia orang yang sama atau orang yang diganti, itu biarlah keputusan Tuhan. Itu indah sekali, orang yang melihat segala sesuatu sebagai perintah untuk memperbaiki diri. Itu orang yang ikhlas sekali.

Segala sesuatu adalah perintah pada kita untuk memperbaiki diri termasuk pengkhianatan, termasuk kegagalan dalam bisnis, dalam karier atau apapun.


Segmen IV :

Tidak ada yang lebih sulit selain membangun pernikahan yang harmonis karena yang harus dikalahkan adalah gengsi, kesombongan, keinginan untuk menang di atas orang lain.

Kesediaan untuk mengalah bagi kebahagiaan pasangan kita itu tidak untuk sembarang orang. Tetapi itulah cara mencintai, adalah menjadikan kebahagiaan dia yang kita cintai sebagai tujuan keberadaan kita.

Kebahagiaan adalah masalah pilihan, keputusan untuk orang kuat seperti kita.

Indah sekali rasanya menjadi orang yang mengalah untuk kebahagiaan orang yang kita cintai.

Anak-anak yang menyepelekan doa orang tuanya karena jauh dari orang tuanya. Orang tuanya lebih sibuk membangun hal-hal lain daripada anak-anaknya.

Anak-anak harus dari awal diberitahu mereka kecintaan.

Kasih sayang itu dididikkan. Kasih sayang itu tidak otomatis karena anak kita tetapi dididikkan.

Kekasih yang memiliki keterikatan batin dengan masa lalunya, itu bom waktu. Jangan main-main dengan kehidupan yang berisiko.

Jika kau mau hidup denganku, bersihkan keterikatanmu dengan masa lalumu atau aku takkan menjadi bagian dari masa depanmu.


Segmen V :

Tidak ada orang selesai bekerja keras. Tidak ada orang berada di puncak kerja keras.

Moving on yang anggun, tidak melukai orang yang melukaimu karena insting pertama kali adalah melukai orang yang melukai kita lalu kita sama jeleknya dengan orang yang kita benci. Hati-hati dengan kebencian karena Anda menjadi sebaik orang yang Anda benci.

Memaafkan adalah balas dendam yang mematikan dendam.

Tidak ada lagi panas di hatiku, aku ingin meneruskan kehidupanku dengan baik. Engkau adalah contoh orang yang digunakan oleh Tuhan untuk mendewasakanku. Biar aku menjadi pribadi yang menarik bagi orang-orang yang lebih baik.

Tuhan tidak akan memasukkan kita ke dalam satu masalah yang tidak bisa kita selesaikan. Ada orang yang masalah tidak selesai-selesai karena tidak menyelesaikan masalah waktu masalah itu masih mudah. Kita membiarkan masalah itu tumbuh lebih besar dari kemampuan kita, sampai untuk selamat kita membutuhkan pertolongan banyak orang.

Tetapi ada jaminan kalau kita bisa menyelesaikannya melalui silaturahmi, pergaulan yang baik, pertolongan dari orang yang baik.

Masalah tidak akan pernah selesai.

Kegagalan itu bukan musuh mental Anda, tetapi partner pertumbuhan Anda.

Jangan benci masalah. Masalah itu prioritas, itu yang harus diselesaikan. Jangan lakukan hal lain kalau ada masalah. Kalau tidak, masalah itu akan merampas semua kemampuan Anda nanti waktu dia menjadi terlalu besar.


Segmen VI :

Moving on termasuk dalam karier.

Tegaslah mengganti sikap dan cara yang menjadikanmu tidak dihargai. Atau pindahkanlah dirimu ke tempat yang lebih menghargaimu.

Sejarah dunia ini diubah oleh orang-orang yang keras kepala pada hal-hal yang baik.

Jangan merendahkan diri dengan gaji yang rendah karena itu sama dengan memberitahu bahwa dia salah menghargai kita rendah padahal dia akan menjawab, pantasmu segitu.

Cara keluar yang paling baik adalah menjadi karyawan yang paling dibutuhkan.

Tumbuhlah menjadi pribadi yang sedikit sekali perusahaan yang mampu membayar Anda.

Jadilah orang yang hebat sekali di tempat yang tidak Anda sukai. Kalau Anda menunggu hebat di tempat yang Anda sukai, siapapun bisa. Tetapi kita berbeda, kita yang terpilih.

Jadi orang paling hebat di tempat orang tidak menghargai kita, setelah itu orang lain akan tahu kita hebat sekali, bahkan di tempat yang menghina kita, kita hebat, bayangkan keinginan orang untuk mempekerjakan Anda.

Jangan berlaku seperti Anda tidak penting bagi Tuhan. Hargai diri Anda. Just move on.

Perasaan menyesali kesalahan itu tanda bahwa kita menjadi orang yang lebih baik daripada dulu yang mampu melakukan kesalahan. Itu bukan pemberitahuan bahwa Anda orang jelek, itu pemberitahuan Anda lebih baik.


Segmen VII :

Bersyukurlah kalau dikhianati sekarang karena pengkhianatanmu adalah penyelamatanku.

Orang yang dikhianati itu sedang diselamatkan oleh Tuhan. Sebagian orang memang diusir dari pergaulan dengan kita karena dia hanya akan membawa keburukan.

Kita digagalkan karena Tuhan sangat sayang kepada kita. Kita itu tidak mengerti itu tidak baik karena kita pikir itu baik.

Bersyukurlah dikhianati sekarang. Memang luka lalu katakan, tidak apa kau khianati aku sekarang, tapi kepedihan yang kutelan sekarang akan menganggunkanku menyaksikanmu menyesal nanti.

Tidak ada kesalahan atau kegagalan yang bisa melambankan kehidupan kita kalau kita ikhlas memperbaiki diri.

Apakah Tuhan Maha Penyayang? Jadi apakah ada yang dilakukan-Nya yang menjahati kita?

Apakah Tuhan Maha Mengetahui? Jadi Tuhan tahu keburukan akan terjadi pada kita? Kalau diizinkan terjadi, apakah itu karena kekejaman atau kasih sayang?

Apakah ada niat Tuhan selain untuk kebaikan kita? Semua yang terjadi untuk kebaikan kita.

Apakah sebetulnya pengkhianatan itu baik? Baik. Sulit dimengerti tetapi itu baik. Kalau tidak sulit, hadiah yang kita dapatkan tidak mungkin baik.

Kalau sesuatu yang kita lakukan mudah, hasilnya tidak mungkin besar.

Kehidupan itu memang sulit. Jangan mempersulit dengan mengeluh dan menyalahkan orang lain. Ambil tanggung jawab pribadi.

Kesuksesanku adalah tanggung jawab pribadiku. Ini hidupku, ini keputusanku.

Akulah penentu keberhasilan diriku sendiri, semuanya berhenti di sini. Ini tanggung jawabku.

Saya putuskan kalau salah saya telan, saya teruskan, saya lakukan lagi, saya ikhlas memulai lagi, bukan memulai, memulai lagi, bukan jatuhku yang penting, tapi bangkitku setiap kali aku jatuh. Move on.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: