05 April 2011

Selalu Menginginkan yang Tidak Kita Miliki

Salah satu atau mungkin hobi saya satu-satunya yang tidak akan bisa digantikan adalah membaca buku. Yup, rada-rada kutu buku begitu deh.

Untuk memperkaya jiwa, saya memilih membaca buku, mengapa? Karena saya bisa mengembangkan imajinasi saya jikalau saya membaca novel Harry Potter, atau pergi berkeliling dunia saat saya membaca novel Edensor karya Andrea Hirata.

Entahlah, mungkin karena saya seorang pemalu yang kurang mahir berbincang dengan orang lain yang seringkali merasa orang yang mendominasi pembicaraan yang saya mulai atau singkatnya, mau curhat malah dicurhati, jadilah buku sebagai pelarian saya dimana saya merasa nyaman tanpa harus merasa didominasi atau mendominasi pembicaraan.

Saya sering merasa sedih karena tidak bisa membaca buku, hmm, mungkin karena memang belum berusaha keras ya, hehe. Saya membayangkan betapa senangnya jika memiliki banyak waktu misalnya seperti supir bajaj saat menunggu penumpang, atau penjaga tiket busway yang memiliki banyak waktu saat menunggu penumpang yang akan naik.

Tetapi kemudian saya berpikir, betapa tidak bersyukurnya kalau saya tetap berpikir seperti itu. Saya mungkin bukan tidak memiliki waktu luang untuk membaca, tetapi belum meluangkan waktu atau benar-benar ingin membaca buku, dan alhamdulillah masih diberikan rezeki untuk membeli buku.

Sedangkan, untuk supir bajaj atau penjaga tiket itu, mereka mungkin memiliki banyak waktu, tetapi mungkin mereka tidak menyukai membaca buku atau masih belum seberuntung saya bisa membeli buku.

Entahlah, mungkin saya salah mengenai mereka, mungkin mereka memang ingin membaca buku tetapi keadaan yang belum memungkinkan.

Hhhh, manusia memang selalu menginginkan apa yang belum dimilikinya. Sudah waktunya untuk selalu bersyukur dengan keadaan yang kita miliki agar kita dilebihkan atas apa yang kita syukuri.

Terima kasih Allah, telah mengingatkan hambamu yang lalai ini. Alhamdulillah. :D

Tidak ada komentar: