05 April 2011

Generasi &@#$%^

“Bahkan saya tak pernah melihat orang-orang Jepang bertatap mata dengan tajam seperti yang sering kita saksikan saat remaja-remaja kita bertengkar. Tawuran? Ini apalagi. Praktis tidak terdengar.”

Di atas adalah kutipan dari tulisan Rhenald Khasali dengan judul ”Sikap Penduduk Jepang” di harian Seputar Indonesia yang terbit hari ini, Rabu, 17 Maret 2011.

Maaf untuk mengganti kata-kata yang kurang berkenan di atas, karena saya sangat muak dengan perilaku oknum yang menjelek-jelekkan reputasi anak muda sekarang yang nantinya akan menjadi pemimpin di masa depan.

Berbeda kondisinya 180 derajat, saat tadi saya pulang dari kantor, terjadi tawuran di jalan raya. Mobil-mobil sampai berhenti dan tidak berani melewati jalan yang dijadikan ajang tawuran.

Beberapa pengamen yang juga menyaksikan sampai berkomentar, “Tabrak aja”. Wah, ternyata si pengamen juga tidak suka melihat tawuran tersebut.

Ternyata satu gerombolan pelajar SMA yang tawuran berjalan mengarah ke arah tempat saya berdiri. Lalu dengan seenaknya beberapa dari mereka menghentikan truk di perempatan jalan yang sedang ramai lalu lintasnya karena jam pulang kantor lalu naik ke truk tersebut. Bahkan ada satu orang yang duduk di bemper truk tersebut. Mereka bahkan memaksa si supir truk untuk berbelok ke kanan. Supir truk yang tadinya memang ingin berbelok ke kanan memutuskan untuk tetap jalan terus dan tidak mengikuti keinginan anak-anak tersebut.

Setelah naik, dengan bangga mereka bersorak-sorak dan bernyanyi ”Marilah pulang”. Akh, memang generasi &@#$%^, sudah menyusahkan orang banyak, masih bisa bernyanyi-nyanyi dan bersorak-sorak.

Saya kira semuanya sudah berakhir, ternyata tidak sampai 5 menit kemudian, mereka berbondong-bondong berjalan kaki menuju tempat saya menunggu bus, arah yang mereka inginkan, bukan ke arah ke mana truk itu pergi.

Dengan pongahnya mereka berjalan berbondong-bondong hingga ke tengah lajur jalan hingga membuat beberapa supir metromini sejenak menghentikan metromininya sebelum kemudian melewati mereka. Hah, masa depan apa yang akan dihadapi Indonesia jika sebagian besar generasinya bertindak pongah dan tidak peduli kepentingan orang lain selain kepentingan mereka.

Kalau satu lawan satu saya rasa mereka tidak akan berani. Mereka hanya berani karena banyak. Hehe, alias pengecut.

PR besar untuk para calon orangtua. Yuk ajarkan anak kita tentang sopan santun sejak dini. Kita memang memiliki hak, tetapi hak kita terbatas karena ada hak orang lain. Yuk, mulai dari keluarga, agar kelak anak-anak kita tidak menjadi generasi &@#$%^, yang membuat orang lain susah. Agar anak-anak kita bisa berperilaku sopan dan hormat kepada orang lain. Amin. :D

Tidak ada komentar: