05 April 2011

Jalan Menuju Syukur

Yup, itu judul kajian hari Kamis lalu di kantor. Alhamdulillah, bekerja di lingkungan yang juga cukup menyediakan makanan jiwa.

Di dalam kajian tersebut, diingatkan kembali bahwa kebahagian kita berasal dari dalam diri kita. Dicontohkan, misalnya kita sudah dalam keadaan kenyang dan seseorang membawakan makanan kesukaan kita. Tentu saja kita tidak akan merasakan nikmat memakan makanan kesukaan kita karena kita sudah dalam keadaan kenyang.

Contoh lainnya, apakah kita akan merasakan kenikmatan yang sama memakan mie ayam saat masih susah bahkan untuk membeli semangkuk mie ayam dibandingkan dengan saat kita dapat membelinya kapan pun walaupun dijual oleh pedagang yang sama? Jawabannya tentu tidak.

Disebutkan juga bahwa, kita sukses jika kita mendapatkan apa yang kita inginkan dan jika kita sudah menginginkan apa yang kita dapatkan maka kita akan bahagia.

Kita juga cenderung kurang bersyukur saat kita sudah mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Kita tidak menginginkan mata, paru-paru, atau bahkan orang tua, tetapi kita langsung mendapatkannya, karena itu kita kurang mensyukurinya apa yang ada, tetapi kita baru akan mensyukurinya ketika kita sudah kehilangan.

Misalnya : kalau kita sudah sakit, baru kita mensyukuri betapa nikmatnya dalam keadaan sehat.

Ada 3 hal yang menghalangi manusia bersyukur :

1. Selalu mengingat kesalahan kemarin.

2. Merasa was was dengan apa yang terjadi di hari esok.

3. Tidak melakukan yang terbaik di hari ini.

Kurang lebih itulah yang saya ingat. Semoga bermanfaat. Amin.

Tidak ada komentar: