Kalau nggak ditunjukkan blog tulisan berbahasa Prancis, tidak ada keinginan untuk memulai kembali menulis dalam bahasa Prancis.
Kalau nggak diskusi tentang pekerjaan, gak tahu kalau orang tersebut sudah memiliki karier kedua sebagai pebisnis.
Kalau tidak diskusi tentang berhentinya belajar sejak lulus kuliah, gak akan ada pembicaraan hanya Nabi Muhammad SAW sebagai satu-satunya manusia yang bisa diteladani.
Kalau nggak terlambat makan, tidak akan ada diskusi, dan tahu berapa lama seseorang akan memotong pembicaraan atau tetap mendengarkan.
Kalau nggak mengerjakan pekerjaan lebih lama, gak akan dimintakan keterangan oleh si bos.
Kalau nggak pulang agak terlambat, gak pulang bareng sama rekan kerja.
Kalau nggak pulang agak terlambat, gak naik metromini yang supirnya sejak bertahun-tahun tidak mengalami kemajuan saat menyupir.
Kalau nggak mampir ke warung untuk membeli teh, gak mendengar sedikit curhat seorang ibu yang sudah lama bekerja di rumah yang majikannya tidak menghargai jasanya.
Kalau nggak dengar sedikit curhat ibu itu, gak terlintas di pikiran sudah berapa lama mengeluhkan hal yang sama tanpa melakukan sesuatu.
Kalau nggak pulang agak terlambat, gak melihat anak kecil dan abangnya yang duduk-duduk di tepi jalan dan akhirnya tersenyum setelah mendengar si anak kecil itu bertanya kepada abangnya, "Kenapa ikan paus punya gigi?"
Kalau nggak pulang agak terlambat, gak bisa melihat anak kucing berbulu putih dan hitam yang lucu.
Yuks, teman, lebih hargai hal-hal yang sepertinya kecil itu sebagai suatu berkah dan percaya bahwa semua yang terjadi itu bukan suatu kebetulan. Semuanya sudah diketahui oleh Allah SWT.
Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan lebih bijaksana menyikapi hidup. Amin. Semoga bermanfaat. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar