Untuk kata yang satu itu akan saya ganti dengan "usahakan" ditambah dengan Insya Allah, karena hanya Allah yang mengizinkan dan tentu saja tetap saja saya lakukan dengan sungguh-sungguh.
Banyak pengalaman pahit saya alami karena berjanji.
Ditelepon berulang-ulang, dengan jarak yang tidak lama.
Disalahkan karena tidak bisa memenuhi janji, walaupun awalnya justru si penagih janji yang mengubah perjanjian, sekeras apa pun usaha saya dan mencoba menjelaskannya, tidak didengarnya.
Kalau Anda sudah mengatakan ya, sampai ke lubang semut pun Anda akan dikejar, sampai permintaan mereka terpenuhi.
Mungkin memang sudah jalannya seperti itu agar saya lebih tegas lagi terhadap permintaan orang lain.
Teman saya pernah menasihatkan, bilang saja tidak, toh dia akan mencari orang lain yang membantunya.
Nasihat yang bagus teman. :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar