20 Februari 2011

Asumsi... :D

Siang tadi, selesai makan, saat kami akan kembali ke kantor, ada seorang bapak penjual rujak bebeg. (mohon maaf jika penulisannya salah, :D)

Salah satu teman kami berujar, "Wah, ada rujak bebeg, beli yuk" Kemudian, dipanggillah si bapak penjual.

"Pak! Pak!"

Dengan santainya si bapak penjualnya tetap berjalan.

Sampai beberapa kali dipanggil, si bapak penjual tetap berjalan, seakan tidak mendengar kami yang akhirnya hampir semuanya berteriak memanggilnya.

Bahkan sampai beberapa teman kami yang berhadapan langsung dengan si bapak dan ikut memanggilnya, tetap saja si bapak melenggang seakan-akan tidak mendengar teriakan kami.

Akhirnya beliau berhenti juga. Usut punya usut, setelah ditanya, ternyata beliau mengira panggilan itu bukan untuk dirinya, tetapi untuk orang lain.

Kami semua sampai tidak bisa menahan tawa melihat situasi tersebut.

Salah satu teman saya bahkan berkomentar, "Bagaimana bisa laku, kalau dipanggil gak berhenti?"

Yah, itulah, langsung terpikir oleh saya. Bagaimana kalau selama ini hal itu juga terjadi pada saya?

Sudah lama orang lain ingin memberikan rezeki kepada saya, akan tetapi karena saya berasumsi bahwa panggilan itu bukan untuk saya, maka betapa banyak kesempatan yang terlewati karena saya kurang peka atau terlalu sering berasumsi.

Tetapi, entahlah. :D

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Betul Mba, rasanya sering sekali ya kita berasumsi seperti Pak penjual rujak..