Setelah beberapa bulan lalu dimaki-maki tukang bajaj karena dia sudah terlalu pede saya akan naik bajajnya dan saya tolak, tadi siang ada lagi kejadian yang membuat saya geleng-geleng kepala.
Saya dan adik saya ingin pergi ke salah satu pusat perbelanjaan di dekat rumah. Setelah negosiasi harga, akhirnya disepakati harga yang diinginkan si tukang bajaj.
Ternyata si tukang bajaj memilih jalur yang macet. Sebenarnya ada jalur lain yang tidak macet akan tetapi entah kenapa dia malah memilih jalur yang macet.
Hanya sekitar 10 meter dari pusat perbelanjaan yang kami tuju, tiba-tiba si tukang bajaj mengatakan "jalan kaki lewat pinggir aja neng, lebih cepat".
Sejenak saya dan adik saya berpandangan. Lalu saya bertanya kembali ke tukang bajaj dan dia menjawab dengan kalimat yang sama.
Dalam hati saya, tadi minta bayaran penuh kok sekarang minta saya keluar dan jalan kaki karena jalanan macet. Enak saja.
:(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar