Seberapa sering Anda dengar kalimat :”Kok jadinya begini?” ”Kok jadinya begitu?” ”Kok kerjanya gak rapi sih”, setelah menghabiskan tenaga dan waktu seharian untuk mengerjakan pekerjaan yang sebenarnya bukan tugas Anda karena Anda ”dimintai bantuan”, dan tidak ada orang lain yang cukup peduli membantu atau cukup waktu untuk mengerjakannya?
Mungkin ya, mungkin tidak.
Kalau Anda memang termasuk yang senang membantu, mungkin ya. Ah, entahlah, saya tidak sedang ingin berandai-andai.
Pernah terpikir bagaimana perasaan orang yang telah mengerjakan pekerjaan itu?
Alangkah bahagianya perasaan orang yang telah mencurahkan “darah dan keringatnya” agar pekerjaan yang dianggap “kecil dan remeh” oleh orang lain itu dihargai atau setidaknya tidak “dikomentari”.
Sebegitu sulitkah untuk mengatakan kalimat sederhana yang tidak sederhana dampaknya seperti “terima kasih sudah membantu saya.” Atau “Saya tahu waktunya sangat sempit, tetapi kamu telah melakukan pekerjaan yang hebat”.
Hmm, mudah-mudahan bukan hanya mimpi di siang bolong.
Yuk, kita mulai untuk menghargai sekecil apa pun pekerjaan itu, karena ada orang lain yang sangat berdedikasi terhadap pekerjaan yang sering kita anggap ”kecil dan remeh”. Tetapi mereka melakukannya dengan sepenuh hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar