Sekitar setahun lalu, berdirilah sebuah mini market di sekitar lingkungan tempat tinggal saya. Sebutlah "Mini Market A".
Awalnya, tentu saja Mini Market A ini berbeda dibandingkan dengan warung yang ada, karena dilengkapi beberapa AC. Dengan adanya mini Market A ini, maka berbondong-bondonglah orang mencoba melihat apa saja barang yang ditawarkan di sana.
Beberapa bulan kemudian, mulai terjadi kekurangnyamanan di Mini Marke A ini. Dari AC yang kurang dingin hingga kasir yang tadinya ada 2 kasir, hanya tinggal 1.
Tak berapa lama, tidak jauh dari lokasi Mini Market A, dibukalah salah satu mini market yang sudah cukup banyak cabangnya di Indonesia, kita sebut saja Mini Market B. Setiap kali ada pelanggan datang, kasir akan mengucapkan kalimat yang sama. "Selamat datang di "Mini Market B", silakan membeli" kurang lebih kalimatnya seperti itu.
Mungkin karena harus mengucapkan kalimat yang sama setiap kali pelanggan datang, saya mendengarnya seperti kalimat yang bisa diucapkan robot. Berulang-ulang, tetapi tanpa emosi.
Dengan AC yang cukup dingin dan beberapa karyawan, bisa dibilang cukup nyaman untuk berbelanja di Mini Market B ini.
Minggu lalu, dibukalah mini market baru. Sebut saja Mini Market C. Jaraknya hanya berbeda satu rumah dari Mini Market A. Yup, hanya satu rumah.
Dengan lokasi yang cukup luas dibandingkan kedua mini market A dan B, AC di Mini Market C juga sangat dingin, maklum, mungkin baru saja buka. Tetapi yang membuat kurang nyaman justru tidak sebandingnya antara pegawai dengan luasnya Mini Market C itu. Terlalu banyaknya pegawai di Mini Market yang bisa dibilang kecil.
Dengan adanya 3 mini market dalam radius tidak lebih dari 100 meter, saya berpikir, betapa tidak sehatnya persaingan antara mereka. Apalagi jika dimasukkan warung-warung yang ada di sekitarnya. Tidak mungkin warung-warung kecil mengalahkan mini market yang dingin karena AC.
Sedih, ya, karena untuk urusan yang seperti ini saja tidak bisa diatur.
Di mana hati nurani? :(
Tidak ada komentar:
Posting Komentar