Saya percaya bukan sebuah kebetulan saya mengganti channel dan kemudian menonton serial Spongebob.
Awal kisah, Spongebob akan berlayar bersama teman-teman pramukanya ke sebuah pulau dan harus meninggalkan Patrick, si bintang laut. Karena Spongebob tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Patrick, akhirnya kapal meninggalkan Spongebob di dermaga.
Kemudian, datanglah kapal yang akan membawa para narapidana. Bahkan setelah semua narapidana masuk, Spongebob masih membutuhkan beberapa waktu untuk berpamitan. Akhirnya dia dapat mengucapkan selamat tinggal dan mereka berdua masuk ke dalam kapal yang akan membawa narapidana itu.
Sampailah mereka di pulau tempat napi menjalani hukuman. Akan tetapi, baik Spongebob maupun Patrick tidak menyadari mereka berada diantara napi. Mereka malah merasa sedih karena napi lainnya sepertinya tidak bisa bersenang-senang seperti mereka. Akhirnya mereka bersama para napi mengadakan pertunjukan drama dengan membangun panggung seperti kapal untuk menghibur para sipir.
Sang kepala sipir bahkan sampai sangat terharu melihat pertunjukan hebat tersebut. Akan tetapi para napi mengambil kesempatan untuk melarikan dengan panggung kapal yang tentu saja berakhir gagal.
Akhirnya, sang kepala sipir menyadari bahwa Spongebob telah masuk ke kapal yang salah setelah pembina pramuka menjemput Spongebob di pulau itu.
Inspirasi yang dapat saya ambil dari kisah di atas adalah, kesedihan atau kebahagiaan hanya berpulang dari apa yang ada di pikiran kita. Kita bahkan bisa tetap merasa bebas di tempat seperti penjara, atau bisa merasa terpenjara bahkan di dunia yang luas ini. Semuanya ada di dalam pikiran.
Yuk kita bebaskan pikiran untuk tetap bisa merasa bahagia.
Semoga bermanfaat. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar