20 Februari 2011

Sepenggal kisah di sore hari.

Saat menunggu angkutan sepulang dari kantor, terlihat segerombol anak SMP turun dari truk tumpangan mereka.

Wah, sepertinya akan ada masalah nih, harus lebih waspada.

Benar, saja. Sebuah motor dengan 4 orang yang masih remaja, mengacungkan jari tengah ke segerombolan anak-anak SMP yang baru saja turun menumpang truk tadi.

Marah. Ya, tentu saja.

Gerombolan tersebut mencoba mengejar si pengendara sepeda motor. Betapa bodohnya pikirku, mengejar motor dengan berlari.

Ternyata dugaanku salah.

4 pengendara motor itu berhenti sekitar 50 meter, menunggu gerombolan anak SMP itu mengejar, dan berlalu dengan menggunakan sepeda motornya.

Hmm, generasi masa kini. Yang akan menjadi pemimpin di masa depan. :(

Kisah selanjutnya di bus yang saya tumpangi.

2 remaja putri, pulang sekolah, duduk di kursi yang berbeda. Setelah salah satunya memberikan ongkos dengan tangan kiri, kemudian mereka terlibat percakapan dengan salah satunya memalingkan badannya ke arah temannya.

Penumpang ada yang naik. Karena kakinya menghalangi jalan, agak sulit bagi si ibu untuk masuk dan duduk.

Hmm, hal kecil dan sepele, ya memang. Kenapa terlalu dipikirkan?

Sedih melihat generasi muda, yang akan menjadi pemimpin di masa depan tidak memiliki rasa sopan santun. :(



Mulai dari rumah yuk. Ajarkan sopan santun kepada generasi muda harapan bangsa.

Tidak ada komentar: