08 Maret 2009

A New Earth, Chapter Six : Breaking Free By Eckhart Tolle

Keheningan adalah esensi alamiah Anda. Apakah keheningan itu? Ruang di dalam diri atau kesadaran di mana kata-kata dirasa dan menjadi pikiran-pikiran. Tanpa kesadaran tersebut maka tak ada anggapan, tak ada pikiran, tak ada dunia. Anda adalah kesadaran itu yang tersamarkan sebagai manusia.

Anda adalah kesadaran yang membuat semua emosi-emosi itu mungkin.

Saat Anda kehilangan sentuhan dengan keheningan di dalam diri Anda, Anda kehilangan diri Anda. Saat Anda kehilangan diri Anda, Anda kehilangan diri Anda di dunia. Perasaan diri ke dalam Anda, jati diri Anda, menyatu dengan keheningan. Ini adalah Saya yang lebih dalam dari nama dan bentuk. Anda adalah kesadaran yang tersamarkan sebagai seorang manusia.

Energi yang terperangkap di dalam tubuh yang sakit mengubah dirinya sendiri, gelombang getarnya dan menjadi kehadiran. Dengan cara ini, tubuh yang sakit menjadi bahan bakar kesadaran. Karena inilah seseorang yang paling bijak, paling tercerahkan di dunia kita memiliki tubuh yang sakit parah.

Belajarlah menerima emosi apapun yang muncul di dalam diri Anda daripada lari darinya atau ingin menghilangkannya. Karena itulah orang makan, berjudi, bekerja keras, hidup dalam pengingkaran, mereka menjadi tidak sadar karena mereka tidak mau menghadapi rasa sakit. Kita semua ingin melarikan diri dari rasa sakit.

Jika kita menerima apapun yang kita rasakan saat ini, daripada tidak ingin merasakannya, padanan dari hal itu adalah situasi di luar yang timbul, dan saya menolaknya karena saya tidak mau situasi seperti adanya, tapi sudah terjadi.

Menginginkan sesuatu dalam keadaan berbeda dari yang sebenarnya menyebabkan stres. Dan menimbulkan emosi negatif lebih jauh jika beberapa emosi di dalam diri Anda tidak menyenangkan dan Anda tidak ingin merasakan yang Anda rasakan, ciptakan, di atas emosi lama yang sudah ada, emosi negatif lainnya yang ingin mengingkari apa yang sudah ada.

Saat Anda sadar bahwa tubuh yang sakit secara tidak sadar mencari lebih banyak rasa sakit, tubuh-tubuh itu menginginkan sesuatu yang buruk terjadi, Anda akan mengerti bahwa banyak kecelakaan lalulintas disebabkan oleh pengemudi yang tubuh sakitnya aktif saat itu.

Banyak tindakan kekejaman dilakukan oleh orang ‘normal’ yang sesaat berubah menjadi maniak. Orang yang tidak bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan saat dikuasai tubuh yang sakit.

Saat Anda tidak tahan dengan siklus penderitaan tanpa akhir, Anda mulai tersadar. Jadi tubuh yang sakit juga butuh tempat di dalam lukisan yang lebih besar.

Bisanya yang terjadi saat orang lebih hadir di dalam hidupnya, beberapa teman orang itu benar-benar tertarik ke dalam kehadiran itu karena apapun keadaan Anda akan mempengaruhi orang-orang di sekitar Anda. Dan orang-orang tersebut mungkin akan meninggalkan bukan diri mereka yang sebenarnya. Dan karier kita hanya dapat meningkat kerena kualitas apapun yang kita lakukan saat benar-benar hadir dalam hidup kita begitu besar, dan begitu banyak kekuatan yang tersedia untuk kita yang dulunya tidak ada saat kita selalu mencari di tempat lain.

Hal yang penting adalah aspek emosional dari ego. Saat Anda mengidentifikasi diri Anda dengan tubuh yang sakit, tubuh itu menjadi bagian dari ego karena apapun yang Anda identifikasikan menjadi bagian dari ego. Saat Anda tidak mengidentifikasikan diri dengannya, tubuh itu tidak lagi menjadi bagian dari ego.

Apapun yang Anda alami berulang kali, sering dan berada di luar diri Anda, adalah refleksi dari dalam diri Anda. Anda menarik hal-hal tertentu ke dalam hidup Anda yang merefleksikan keadaaan kesadaran Anda. Sangat penting untuk menjadi lebih sadar atas keadaan apapun kita berada di setiap waktu, karena semakin sadar dari emosi yang kita alami kapanpun.

Setiap manusia berasal dari medan energi yang berhubungan dengan keadaan di dalam diri seseorang dan kebanyakan orang dapat merasakannya walaupun mungkin mereka merasakan energi yang berasal dari orang lain hanya tidak sadar. Yaitu, mereka tidak tahu bahwa mereka merasakannya, akan tetapi hal itu menentukan seberapa besar bagaimana mereka merasakan dan bereaksi terhadap orang tersebut.

Ada 2 aspek bagi keadaan di dalam diri Anda. Ada aspek emosional : energi emosi apa yang Anda rasakan? Dan ada aspek mental : Anda itu pikiran macam apa? Apakah pikiran-pikiran Anda memproduksi pikiran-pikiran negatif? Pikiran macam apa? Jadi Anda harus hadir sebagai kesadaran, sadar akan, “Apa yang saya rasakan saat ini? Apa keadaaan saya saat ini? Apa keadaan di dalam diri saya saat ini?”

Sesering mungkin, dalam situasi apapun, selalu lebih penting keadaan di dalam diri Anda daripada keadaan di luar diri Anda. Keadaan di luar diri Anda selalu sekunder. “Apa yang sedang terjadi di dalam diri saya?” adalah pertanyaan sangat penting.

Saat Anda mencintai orang lain, Anda benar-benar mencintai Tuhan di dalam diri orang itu. Anda tidak mencintai orang itu. Jika Anda mencintai seseorang, itu adalah ego karena Anda mencintai bentuk. Dan jika Anda mencintai seseorang, dan bukanlah bentuk fisik orang itu, jika Anda tidak mencintai Tuhan di dalam diri seseorang, maka cinta itu adalah ego. Cinta ego berbeda dari cinta sejati. Cinta ego adalah kebutuhan dan cinta ego mengatakan, “Kau harus mencintaiku, jika tidak, aku akan sangat marah.”

Perluasan dimana Anda bisa mencintai orang lain bergantung pada perluasan dimana Anda terhubung dengan esensi diri Anda sendiri. Dan Anda dapat mengenali, dengan lebih mudah, mengenali Tuhan dalam bentuk tertentu, tapi Anda dapat mengenali Tuhan dari orang lain. Jadi cinta ada di dalam diri Anda. Cinta tidak datang dari luar, cinta adalah pengenalan yang satu yang akhirnya Anda dan orang lain berbagi satu kesadaran, itulah yang menghubungkan dan membuat manusia satu.

Tubuh yang sakit menyukai penderitaan. Ego seringkali mencoba sangat keras untuk menghindari penderitaan. Jika ego menghasilkan penderitaan, cepat atau lambat tidak dapat dihindari, karena caranya tidak berhasil. Ego adalah pandangan yang sangat terbatas atas siapa diri Anda, dan jika Anda bertindak dari situ, Anda tidak bisa melihat dimana Anda cocok, berada di totalitas manusia lainnya dan lingkungan Anda, pada akhirnya tindakan-tindakan Anda akan menghasilkan penderitaan. Jadi ego menghasilkan penderitaan, atau menginginkan yang lain. Karena itulah kita memiliki peribahasa, “Jalan menuju neraka dilandasi niat baik.” Ego ingin yang terbaik untuk Anda, tapi seringkali menghasilkan yang terburuk.

Dan saat Anda sadar akan penderitaan dan berkata, “Tak masalah, saya menerimanya. Bahkan untuk situasi yang paling tidak bisa diterima, jika tak ada yang dapat saya lakukan, saya menerimanya.” Dan saat itu, ego mati. Saat itu, sifat-sifat Ketuhanan, datang. Dan apapun, hal terburuk apapun dapat terjadi pada diri Anda, saat Anda berserah, menjadi jalan pembuka menuju sifat-sifat Ketuhanan.

Di setiap penderitaan, ada hikmah di baliknya, tersembunyi. Hikmah tersebut tidak memperlihatkan dirinya hingga Anda berserah, hingga Anda sadar bahwa Anda menderita, hingga Anda tidak menyangkalnya. Jadi ada hikmah tersembunyi di balik setiap bentuk penderitaan.

Tubuh sakit yang ditekan sangat beracun, bahkan yang terbuka dan sangat aktif, dan racun psikis itu diserap anak-anak dan berkontribusi kepada perkembangan tubuh sakit mereka.

Seseorang yang di masa kanak-kanaknya terabaikan, yang ditinggalkan oleh salah satu atau kedua orangtuanya, akan mengembangkan tubuh yang sakit, yang dipicu dalam situasi apapun yang berhubungan bahkan dengan rasa sakit purba dari ditinggalkan.

Tak mungkin di dunia ini untuk bisa disukai dan diterima oleh semua orang, dan itu tidak perlu. Semakin penting apa yang Anda lakukan di dunia ini, semakin banyak orang yang Anda temukan yang tidak menyukai apa yang Anda lakukan.

Anda akan merasa lebih baik mengenal diri Anda saat Anda bisa melayani orang lain.

Pertanyaan penting bukanlah berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bebas dari tubuh yang sakit, tapi seberapa lama yang saya butuhkan untuk berhenti mengidentifikasi diri dengan tubuh yang sakit? Karena itu lebih penting, dalam artian, Anda sudah bebas. Tubuh yang sakit itu mungkin masih tetap ada di dalam diri Anda sementara waktu, tapi saat Anda berhenti mengidentifikasinya, Anda sudah bebas.

Setiap kali Anda tidak mengidentifikasi diri, setiap kali Anda hadir sebagai kesadaran, energi dari tubuh yang sakit berkurang. Hanya ada satu energi, tapi tampil dalam frekuensi berbeda. Dan energi tubuh yang sakit memiliki frekuensi tertentu, tertahan, kaku, dan mnejadi bebas, energi itu berkontribusi pada timbulnya kesadaran.

Bukan tubuh yang sakit, tapi identifikasi pada tubuh yang sakit yang memaksa Anda untuk menghidupkan kembali masa lalu dan membuat Anda berada pada keadaan tidak sadar.

Saat Anda merasakan tubuh yang sakit, jangan tertipu dengan kesalahan berpikir bahwa ada yang salah dengan diri Anda. Membuat diri Anda berada dalam masalah karena itu yang disukai ego. Mengetahui harus diikuti dengan menerima, yang lain akan menutupinya. Menerima berarti Anda membiarkan diri Anda merasakan apapun yang Anda rasakan saat ini. Anda tidak bisa berdebat dengan yang ada saat ini. Bisa Anda lakukan, tapi jika ya, Anda akan menderita. Dengan membiarkan, Anda menjadi diri Anda sendiri, dan luas. Anda menjadi utuh. Anda bukan bagian-bagian lagi, itulah cara ego Anda merasakan dirinya. Diri Anda yang sebenarnya muncul yang menyatu dengan sifat Tuhan.

Terima keterbatasan Anda, terima ketidaksempurnaan Anda.

Tidak ada komentar: