04 Maret 2009

A New Earth, Chapter Three : The Core of The Ego by Eckhart Tolle

Ego selalu menghasilkan beberapa bentuk penderitaan.

Siapakah Anda? Kita tidak bisa dijelaskan melalui konsep atau kata-kata. Mengenali diri Anda tidak berarti Anda tiba-tiba memiliki beberapa ide baru di kepala Anda, dan Anda mengatakan, “Oh, izinkan saya mengatakan siapa diri saya. Saya telah menemukan siapa diri saya.

Salah satu hal yang dibutuhkan ego untuk bertahan adalah bereaksi terhadap orang lain. Reaksi Anda terhadap orang lain akan menguat di dalam diri Anda.

Yang biasa tidak kita sukai adalah sesuatu yang biasanya juga kita miliki. Sifat yang kita miliki tetapi tidak kita sadari ada di dalam diri kita. Misalnya, kita kecewa jika bertemu dengan seseorang yang sangat rakus, tidak jujur, siapapun dia, kekuatan dari reaksi Anda biasanya mengatakan pada Anda bahwa ada sesuatu di dalam diri Anda yang harus diperhatikan.

Mengeluh adalah salah satu strategi favorit ego untuk memperkuat diri. Setiap keluhan adalah kisah kecil yang dibuat pikiran yang sepenuhnya Anda percayai.

Jika Anda terus menerus menyalahkan orang lain, Anda akan terus menerus mengkritik, menyalahkan, atau melihat situasi negatif yang Anda alami, orang-orang di sekitar Anda dan lingkungan Anda.

Anda bisa melihat betapa mengerikannya untuk melabeli orang lain. Karena setelah melabeli, Anda melekatkan label mental kepada orang lain. Anda telah tidak reaktif pada kehidupan dan kemanusiaan dari orang lain. Karena Anda menghubungkannya dengan label.

Sebagian besar keluhan hanya terjadi di kepala, kemungkinan 90% keluhan itu tidak memiliki tujuan yang sebenarnya karena tidak ditujukan untuk membawa perubahan, hanya ditujukan untuk memperkuat ego.

Tepat saat Anda mengeluh, kenali hal itu sebagai suara dari ego. Saat Anda sadar atas ego di dalam diri Anda, sebenarnya itu bukan ego, hanya pola pikiran lama.

Ego disebut ego jika Anda tidak menyadarinya. Ego berarti tidak sadar. Hal yang baik jika seseorang bisa bertanya kepada diri mereka sendiri saat mereka sadar atas suara mengeluh di dalam kepala mereka atau suara mengeluh yang disuarakan : “Apakah ini untuk membawa perubahan dari situasi ini? Dan jika mereka melihatnya dengan jelas, seringkali mereka mengatakan tidak.

Dan yang disukai dari suara mengeluh adalah mendapatkan konfirmasi dari orang lain. “Ya, Anda berhak mengeluh.”

Kebencian adalah emosi yang sejalan dengan mengeluh.

Seringkali jika seseorang mengkritik Anda, Anda merasa terluka. Karena mungkin Anda terikat dengan apa yang Anda lakukan dan merasa terluka. Apa yang di dalam diri Anda merasa sakit? Dan ya, ego yang merasa sakit. Pertama, Anda tidak bisa mengatakan, “Oh, seharusnya saya tidak merasa sakit, dan tidak seharusnya memiliki ego.” Tidak akan berhasil. Anda menerimanya sebagai gambaran mental diri Anda yang terluka. Karena ego ingin segera membela diri.

Setiap kali Anda merasa terluka, itu ego Anda.

Jangan coba melupakan keluhan. Mencoba melupakan, memaafkan, tidak akan berhasil. Memaafkan terjadi alamiah saat Anda melihat tidak ada tujuan lain selain menguatkan pengertian palsu dari diri Anda. Memaafkan terjadi saat Anda sadar bahwa menolak hanya akan membangun ego Anda. Tapi kebencian itu hanya membantu Anda membawa pengertian palsu ini sebagai diri Anda.

Kadang, Anda harus melindungi diri Anda dari ketidaksadaran.

Setiap manusia memiliki guru spiritual. Bagi sebagian besar orang, guru spiritual mereka adalah penderitaan. Apapun yang terjadi akan membawa kita ke pencerahan, bahkan sesuatu yang terlihat sangat negatif. Setelah Anda tercerahkan, sangat tidak mungkin Anda akan tetap menjadi bagian kekerasan.

Ego menganggap semuanya sebagai masalah pribadi. Emosi meningkat, defensif, mungkin melakukan penyerangan.

Saat orang bertengkar tentang sesuatu, biasanya yang terjadi adalah mereka begitu terpaku pada pendapat mereka untuk menjadi pihak yang benar. Posisi mental mereka. Apapun yang meragukan posisi mental mereka dari pendapat atau sudut pandang mereka dianggap sebagai penyerangan terhadap mereka. Inilah cara ego yang bingung dengan siapa Anda yang sebenarnya.

Semakin Anda hadir dengan pengalaman hidup apapun, semakin hadir diri Anda pada saat ini, maka Anda tidak terikat. Ikatan membutuhkan masa depan. Jadi hadirlah sepenuhnya di setiap situasi dan momen dalam hidup Anda.

Anda tidak memainkan peran. Semakin Anda jujur kepada diri Anda, dan tidak memainkan peran, semakin kuat Anda. Ego mengatakan pada Anda bahwa Anda butuh memainkan peran. Tapi kekuatan Anda sesungguhnya terletak pada tidak memainkan peran.

Bagaimana kita bisa hidup dengan pengalih perhatian besar dalam hidup kita? Hal pertama, Anda harus bertanggung jawab untuk hidup dan kesadaran Anda sendiri. Anda harus memulainya dari diri Anda sendiri. Perubahan hanya bisa dimulai dari diri sendiri. Anda harus melihat apa yang Anda cemaskan di dalam diri Anda. Aktivitas pikiran yang berlangsung terus menerus dan tenggelam dalam negativitas. Lihat apakah Anda bisa memasuki daerah penerimaan saat ini dan hanya bersama diri Anda. Cemas adalah bagian dari ego. Itu keharusan untuk berpikir. Tak peduli seberapa cemas Anda, bukan rasa cemas itu yang membawa perubahan dalam situasi apapun. Hal yang terpenting adalah Anda keluar dari kebiasaan tidak sadar untuk selalu cemas. Coba temukan sedikit rasa damai dalam diri Anda.

Apakah artinya cemas? Artinya ada gerakan tidak sadar pikiran memproyeksikan dirinya sendiri, biasanya ke masa depan. Dan Anda bisa melihat betapa mengerikannya masa depan, apa yang akan terjadi. Anda melihat hasil yang negatif. Banyak hal, tentu saja, tidak akan terjadi, tapi cemas berpura-pura dibutuhkan. Anda harus melihat dengan jelas bahwa hal tersebut tidak ada gunanya.

Bagi sebagian besar orang, kenyataan sehari-hari bukan gambaran sebenarnya dari status utama diri mereka.

Yang dibutuhkan untuk bebas dari ego adalah sadar akan adanya ego, karena kesadaran dan ego cocok. Kesadaran adalah kekuatan yang tersembunyi di masa kini. Karena itulah kita juga menyebutnya saat ini. Dan keberadaan manusia yang sesungguhnya, yang merupakan tujuan Anda, adalah membawa kekuatan atau saat ini ke dunia ini.

Alam semesta bergerak ke arah evolusi kesadaran. Dan kita adalah satu manifestasi dari evolusi kesadaran di dunia ini.

Tapi tujuan utama keberadaan manusia adalah membawa kehadiran, kesadaran itu, ke dunia, dan semakin sadar dalam kehidupan sehari-hari, tanpa mengindahkan apa yang Anda lakukan dalam dunia nyata, dalam kehidupan Anda. “Apakah saya bisa merasakan keberadaan mendasar saya, diri saya, latar belakang kehidupan saya setiap waktu?”

Jika Anda bisa menerima, jika Anda dapat melihat hal utama itu dalam kehidupan Anda adalah di masa kini karena tidak akan ada yang lain. Selalu saat ini. Jadi Anda harus melihat apakah Anda dapat memiliki hubungan baik dengan saat ini karena jika tidak, Anda tidak memiliki hubungan baik dengan kehidupan. Karena kehidupan adalah saat ini. Jadi menerima saat ini sebagaimana adanya dapat menghubungkan Anda dengan dimensi kedalaman di diri Anda. Saat ini adalah jalan keluar tersembunyi karena ego tidak ingin Anda mengetahuinya. Dan ada jalan keluar, namanya “saat ini”.

Kita adalah makhluk spiritual menjalani pengalaman manusia.

Perwujudan spiritual adalah melihat dengan jelas bahwa apa yang saya alami, pikir atau rasakan sebenarnya bukan saya, bahwa saya tidak dapat menemukan diri saya sendiri di dalam semua itu yang selalu berganti.

Kesadaran itu sendiri tidak memiliki bentuk. Tanpa bentuk dan tidak ada hubungannya dengan waktu. Tidak ada batas waktu dimensi kesadaran di dalam diri Anda. Keabadian adalah istilah agama untuk kesadaran.
Hanya kebenaran dari diri Anda, jika disadari, akan membebaskan Anda.

Semoga Bermanfaat.

Tidak ada komentar: