Sebelum bertanya lagi, pertama ajukan pertanyaan dasar dari hidup Anda : Siapakah aku?
Anda bukanlah ego Anda, jadi saat Anda sadar akan ego di dalam diri Anda, ego bukan berarti diri Anda – tapi berarti siapa yang Anda ketahui bukan diri Anda. Tapi dengan mengetahui siapa diri Anda maka hambatan terbesar untuk mengetahui diri Anda dihilangkan.
Siapakah yang bukan aku? Apakah yang tertinggal saat Anda sadar – dan biasanya ini merupakan proses bagi sebagian besar orang, menyadari yang bukan dirinya, melepaskan identifikasi dengan barang dan lainnya – saat Anda sadar Anda bukan diri Anda yang sebenarnya, tiba-tiba siapa diri Anda yang sebenarnya diungkapkan kepada Anda. Dan siapa diri Anda sebenarnya tidak bisa dengan mudah diungkapkan dengan kata-kata karena jika bisa, maka bisa dijawab dalam satu kalimat sederhana dan semua orang bisa mengulangnya dan percaya bahwa mereka mengenal diri mereka. Kita mulai dengan mengetahui yang bukan merupakan diri mereka, dan hal itu dimulai bagi sebagian besar orang dengan kehilangan, dimana mereka kehilangan sesuatu yang sangat berharga yang telah mereka identifikasikan dengan kematian yang datang ke hidup mereka, semacam kegagalan atau bencana yang terjadi. Kadangkala, orang-orang itu tiba-tiba tersadar. Sesuatu telah diambil dari mereka yang telah cukup lama mereka identifikasikan dan telah menjadi bagian dari rasa diri mereka. Dan jika sesuatu yang mendasar yang telah menjadi bagian dari rasa diri mereka diambil – kematian, kehilangan, kejatuhan. Awalnya, hal itu membuat penderitaan besar dan Anda merasa seperti bagian dari Anda juga telah mati. Dan pertanyaan timbul, “Saya bukanlah siapa-siapa lagi.”
Saat Anda benar-benar memahami diri Anda, tidak berarti bahwa Anda tidak akan lagi sedih, saat Anda kehilangan orang terdekat. Tapi Anda juga akan, saat Anda sadar, Anda sadar bahwa mereka baru saja bergerak dari bentuk menjadi tidak berbentuk.
Orang yang tidak sadar – terperangkap di dalam ego sepanjang hidup mereka – akan dengan cepat mengatakan siapa diri mereka, nama, pekerjaan, sejarah pribadi, bentuk atau keadaan tubuh mereka dan apapun yang mereka identifikasikan. Yang lain sepertinya lebih berevolusi karena mereka berpikir bahwa mereka adalah roh kekal atau roh bersifat ketuhanan. Tapi mereka benar-benar mengenal diri mereka atau mereka baru saja menambahkan konsep spiritual ke dalam isi benak mereka? Mengenal mereka lebih dalam dari adopsi sejumlah ide atau kepercayaan. Ide dan kepercayaan spiritual mungkin menjadi petunjuk yang terbaik tapi di dalam diri mereka sendiri mereka jarang memilih kekuatan untuk mencabut lebih kuat inti konsep siapa diri Anda sebenarnya, yang merupakan bagian dari pengkondisian manusia.
Benar-benar mengenali diri Anda tidak ada hubungannya dengan ide apapun yang ada di dalam pikiran Anda. Mengenali diri Anda berakar dari hidup daripada tersesat di dalam pikiran Anda.
Hormati fungsi, tanpa benar-benar diidentifikasi dengan fungsi hingga akan selalu ada manusia di dalamnya, tidak hanya fungsi.
Untuk benar-benar mengenali diri Anda – Anda melebihi bentuk ini – lebih dari memegang konsep tertentu di dalam pikiran Anda. Pengetahuan ini adalah pengetahuan yang lebih dari sekadar konsep pengetahuan.
Terutama saat situasi terjadi, reaksi Anda terhadap situasi selalu memberitahukan Anda dimana posisi Anda sejauh tingkat kesadaran Anda.
“Jika hal-hal kecil memiliki kekuatan mengganggu Anda, maka Anda berpikir tepat seperti itu : kecil. Itu akan menjadi kepercayaan tidak sadar Anda. Apakah hal-hal kecil itu? Pada akhirnya semua hal kecil itu adalah hal kecil karena semua hal sementara.
Rasa siapa diri Anda menentukan apa yang Anda terima dan kebutuhan Anda dan apa yang penting bagi Anda di dalam hidup – dan apapun yang penting bagi Anda akan memiliki kekuatan untuk membuat marah dan mengganggu Anda.
Kembali ke masa kini dengan cara tertentu yang Anda sadari dan sadar atas apapun yang terjadi di sekitar Anda. Anda mengenali bahwa Anda adalah kesadaran itu. Itulah Anda. Anda adalah pengamat semua hal yang ada di pesawat horizontal hidup Anda.
Jika damai adalah apa yang sangat Anda inginkan, maka Anda akan memilih damai. Dan jika damai penting bagi Anda dari apapun dan jika Anda benar-benar mengenali diri Anda sebagai roh daripada “saya yang kecil”, Anda tidak akan reaktif dan benar-benar waspada saat dihadapkan dengan orang atau situasi yang menantang.
Anda bisa reaktif, bereaksi dengan cara yang sama seperti dulu, kondisi di masa lalu, atau Anda bisa lebih waspada saat situasi yang menantang terjadi hingga Anda tidak memisahkan diri Anda secara internal dari situasi. Jadi saat Anda benar-benar membuka diri Anda kepada situasi, Anda membawa kewaspadaan dari kehadiran. Anda tidak lagi reaktif. Dan jika sesuatu harus dikatakan atau dilakukan dalam sebuah situasi, kata-kata akan tiba-tiba datang dari level kesadaran; dari kesadaran keheningan.
Jadi, karena Anda marah, Anda kehilangan diri Anda pada level eksternal – apa yang kita sebut level horizontal.
Jika Anda menolak, jika Anda mengeluh tentang situasi, apapun yang Anda lakukan, negativitas mengalir pada apa yang Anda lakukan.
Apakah reaktivitas? Menjadi tergila-gila pada reaksi. Semakin Anda reaktif, Anda semakin terjerat dengan bentuk. Semakin teridentifikasi dengan bentuk, ego semakin kuat.
Reaksi mungkin terlihat sebagai tanda sensitivitas, tapi sebenarnya reaksi bukanlah sensitif. Reaksi adalah cara merespon sebuah situasi yang dikondisikan, dan Anda tidak – semua reaksi benar-benar datang dari masa lalu karena itu merupakan bagian dari cara dimana Anda telah dikondisikan. Dan karena datang dari masa lalu, reaksi tidak pernah cukup untuk masa kini. Jadi sensitivitas sebenarnya hilang saat Anda reaktif, dan sensitivitas yang sebenarnya datang saat Anda benar-benar hadir dalam sebuah situasi dan melihat, “Inilah keadaannya”, dan Anda menghadapi situasi apa adanya. Dan saat itu datang, sensitivitas besar, dan dengan itu juga datang intuisi. Hanya saat di dalam diri Anda tidak menolak situasi, maka intuisi pancaindra muncul di dalam diri Anda. Intuisi datang dari kehadiran; di luar dari masa kini. Jadi membawa kekinian kepada sebuah situasi, maka berarti Anda menjadi benar-benar sensitif. Dan juga kehidupan lebih penuh energi dan kekuatan lebih besar yang terlihat seperti kekuatan dan kehidupan saat Anda mengamati seseorang bereaksi. Hanya melalui kehadiran ada sensitivitas yang sebenarnya.
Tidak seorangpun dapat mengatakan siapa diri Anda. Itu akan hanya menjadi konsep lainnya, tidak akan mengubah Anda. Siapa diri Anda tidak membutuhkan kepercayaan. Bahkan, setiap kepercayaan adalah penghalang. Artinya, siapa diri Anda tidak ada hubungannya dengan pikiran apapun yang mungkin Anda miliki tentang diri Anda.
Tapi tidak ada yang bisa Anda cari tahu adalah diri Anda. Tidak ada yang Anda tahu tentang diri Anda adalah ada perbedaan antara mengenali diri Anda dan mengenal tentang diri Anda.
Isi hidup saya dan pikiran saya, hanyalah isi pikiran saya. Jadi isi hidup adalah mengenal tentang diri saya. Dan Anda bisa mengetahui ribuan fakta tentang diri Anda, sejarah Anda dan tidak mengenal siapa diri Anda karena mengenal tidak ada hubungannya dengan konsep mengetahui dengan sedikit informasi. Mengenali diri Anda adalah cara nonkonseptual menjadi diri Anda yang sebenarnya, bersentuhan dengan level hidup, dimana- Anda hanya bisa memasukinya di dalam masa kini, dimensi vertikal.
“Anda mungkin tidak ingin mengenali diri Anda karena Anda takut kemungkinan yang akan Anda ketahui.”
“Hati-hati dengan perasaan Anda, sentuh benda-benda, lihat, dengar, tanpa menghakimi, tanpa melabeli,” lalu kewaspadaan timbul. Ini kuncinya – kata lain untuk kehadiran adalah kewaspadaan. Dan Anda juga menjadi waspada di dalam. Anda merasakan kehidupan tubuh Anda. Daripada memiliki mental konsep tentang diri Anda, Anda merasakan seluruh medan energi, yang menyemarakkan bentuk fisik.
“Apapun yang Anda pikirkan bahwa dunia tidak memberi kepada Anda, Anda tidak memberi kepada dunia. Dan Anda melakukannya karena di lubuk hati Anda, Anda berpikir bahwa Anda kecil dan tidak ada yang bisa Anda berikan. Cobalah lakukan hal ini beberapa minggu dan bagaimana hak ini mengubah kenyataan Anda : Apapun yang Anda pikir orang lain tidak berikan kepada Anda – pujian, penghargaan, bantuan, cinta, perhatian dan lainnya – berikan pada mereka.”
Mengakui kebaikan yang sudah ada di dalam hidup Anda adalah pantas bagi kelimpahan.
Rasa syukur adalah medan energi tersendiri. Dan saat Anda mengetahui dan bersyukur untuk apapun yang Anda miliki, saat Anda bisa melihat dan merasakan rasa syukur, mengalami rasa syukur dalam apapun yang Anda miliki, hal itu mengubah getaran frekuensi Anda. Rasa syukur mengubah seluruh kenyataan Anda. Rasa syukur mengubah cara Anda menjalani hidup Anda.
Anda bisa bersyukur untuk semua hal yang terlihat tidak baik di permukaan. Saat Anda bisa menerima apa adanya, Anda bersyukur atas situasi apapun yang terjadi.
Semua stres datang dari penolakan masa kini. Stres tidak datang dari situasi, tapi datang dari apa yang Anda pikir tentang situasi itu. Stres adalah menginginkan saat itu berbeda dengan apa yang terjadi.
Kelimpahan hanya datang kepada mereka yang sudah memilikinya. Baik banyak “kelimpahan” atau sedikit “kekurangan” adalah keadaan di dalam diri yang terwujud sebagai kenyataan Anda.
Anda harus dapat merasakan bahwa ada kehadiran di balik apapun yang Anda katakan.
Ketidakbahagiaan atau negativitas adalah sebuah penyakit di bumi. Polusi di level luar adalah negativitas di dalam. Ada di mana-mana. Tidak hanya di tempat-tempat di mana orang-orang kekurangan bahkan di tempat orang-orang berkelebihan. Dunia yang kaya bahkan semakin teridentifikasi dengan bentuk, semakin tersesat dalam sisi, terperangkap dalam ego.
Ada negativitas dalam jumlah besar di dalam medan energi kolektif di bumi, tapi dihasilkan dari individu-individu. Jadi ini merupakan tugas setiap orang untuk waspada jadi saat negativitas muncul di dalam diri mereka, mereka mengenali dan bertanya pada diri mereka apakah itu yang mereka pilih.
Rasa senang dalam hidup, yang merupakan satu-satunya kebahagiaan, tidak dapat datang kepada Anda melalui berbagai bentuk, harta, prestasi, orang, atau peristiwa. Kegembiraan itu tidak bisa datang kepada Anda – selamanya. Kegembiraan itu berasal dari dimensi tak berbentuk di dalam diri Anda, dari keadaan dan menyatu di dalam diri Anda.
“Untuk sadar di dalam mimpi adalah tujuan kita sekarang. Saat kita terbangun dengan mimpi, ego yang menciptakan drama Bumi berakhir dan mulai ramah dan mimpi-mimpi menyenangkan timbul.”
Latihan spiritual yang kuat adalah dengan sadar mengizinkan pengurangan ego saat terjadi tanpa mencoba memperbaiki ego.
Katakan yang pada saat ini, “Berhubunganlah dengan keadaan sadar di dalam diri yang terbuka terhadap keadaan yang sebenarnya; jangan menolaknya. Tidak berarti bahwa setiap waktu seseorang meminta Anda, Anda mengatakan ya.
Penyakit kolektif manusia adalah orang terlalu terpikat pada apa yang terjadi, terlalu terhipnotis oleh dunia bentuk fluktuatif, terlalu terserap pada isi hidup mereka, mereka telah melupakan inti yang lebih dari sekadar isi, bentuk, pikiran. Mereka juga tenggelam di dalam waktu hingga mereka lupa keabadiaan, yang merupakan asal mereka, rumah, takdir mereka. Keabadian adalah kenyataan siapa diri Anda sebenarnya.
Sumber : www.oprah.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar