25 Juli 2009

Creative Thinking Techniques, Brainstorming by Robert Harris

Tujuan teknik berpikir kreatif adalah untuk menghasilkan ide baru dan solusi dalam jumlah banyak dan berkualitas hingga kita dapat memilih yang terbaik. Bagaimana ide dihasilkan tidak lebih penting dari ide itu sendiri. Mohon diingat, tujuan lebih penting daripada jalannya.

Brainstorming

Alex Osborn, penulis iklan di tahun 50 dan 60-an, telah banyak berkontribusi dalam teknik berpikir kreatif. Brainstorming mungkin cara terbaik yang dikenal dan tentu saja salah satu yang sangat kuat.

Brainstorming adalah teknik mengumpulkan ide. Tujuannya adalah (1) untuk memutus kebiasaan berpikir kita. (2) Menghasilkan banyak ide yang bisa kita pilih. (Tak ada seorangpun hanya memiliki satu pilihan dari sebuah produk saat membeli deterjen atau mobil, jadi kenapa hanya memiliki satu jalan keluar saat mengatasi sebuah masalah?)

Aturan Dasar untuk Brainstorming

Brainstorming digunakan untuk menyerang masalah khusus (daripada masalah umum) dan tempat dimana sekumpulan ide baru yang baik dibutuhkan daripada penilaian atau analisis keputusan.

Misalnya, membicarakan tentang masalah khusus bagaimana memberikan tanda isi dari pipa (air, uap, dan sebagainya) akan lebih baik daripada membicarakan bagaimana meningkatkan sistem pendidikan.

Hasil terbaik dari brainstorming didapatkan saat aturan-aturan ini dilaksanakan:

1. Tidak menghakimi.

Ini aturan terpenting. Saat ide dinyatakan, tidak boleh mengkritik. Seluruh ide dituliskan. Evaluasi dilakukan nanti. Kita telah terbiasa untuk cepat analitis, praktis dan memiliki satu pandangan dalam berpikir bahwa langkah ini sulit diamati, tapi sangat penting. Untuk menciptakan dan mengkritik secara bersamaan seperti memberi air dan menaburkan racun ke benih pada waktu bersamaan.

2. Berpikir bebas.

Sesuka hati, pikiran-pikiran liar tidak masalah. Ide yang tidak mungkin dan tidak terpikirkan tidak masalah. Bahkan, di setiap sesi, harus ada beberapa ide yang sangat aneh yang membuat grup tertawa. Ingatlah bahwa ide-ide praktis sering datang dari ide-ide bodoh, tidak praktis dan tidak mungkin dilakukan. Dengan mengizinkan diri Anda untuk berpikir di luar batasan biasanya, pikiran biasa, solusi baru yang hebat dapat muncul. Beberapa ide “gila” juga berubah menjadi praktis.

3. Labeli.

Perbaiki, modifikasi, bangun ide orang lain. Apa yang bagus dari ide yang baru disarankan? Bagaimana caranya bisa dijalankan? Perubahan apa yang akan membuat ide tersebut lebih baik atau bahkan lebih gila? Ini kadang disebut menitipkan masalah, menumpang atau bermain ping pong. Gunakan ide lain sebagai pendorong untuk perkembangan atau variasi ide Anda. Mengubah hanya satu aspek dari solusi yang tidak berjalan. Kadang kala membuatnya menjadi solusi hebat.

4. Jumlah Ide Sangat Penting.

Berkonsentrasilah pada menghasilkan ide dalam jumlah banyak hingga nanti dapat dipilah. Ada 2 alasan untuk menginginkannya dalam jumlah besar. Pertama, ide yang tidak dapat digunakan, yang sudah jelas, biasa, basi, biasanya datang lebih dahulu, misalnya 20 hingga 25 ide mungkin tidak akan baru dan kreatif. Kedua, semakin besar daftar kemungkinan Anda, semakin banyak ide yang bisa Anda pilih, adaptasi atau kombinasikan. Beberapa orang menginginkan angka tetap, seperti 50 hingga 100 ide sebelum menghentikan sesi itu.

Tidak ada komentar: