1. Pilih Cara Mencatat.
Seseorang harus diberikan tanggung jawab menulis semua ide. Lebih baik ide-ide tersebut dituliskan di papan tulis jadi seluruh peserta bisa melihatnya. Jika tidak, ide harus dituliskan di kertas. Di sesi yang ideal, pencatat seharusnya bukan pastisipan dalam sesi brainstorming, karena sulit untuk memiliki ide, kreatif dan menuliskan semua pada saat yang bersamaan. Tapi di sesi kecil, pencatat biasanya partisipan juga untuk satu orang sesi brainstorming, menggunakan peta ide di satu lembar kertas sangat berguna.
2. Atur Kekacauan.
Untuk satu grup lebih dari 4 orang, miliki moderator untuk memilih siapa yang akan melontarkan ide selanjutnya, jadi beberapa orang tidak bicara bersamaan. Sang moderator harus berpihak kepada orang yang idenya berkaitan dengan ide sebelumnya, dan mereka memiliki ide baru. Jika dibutuhkan, sang moderator yang juga mengingatkan anggota untuk tidak melakukan evaluasi.
3. Menjaga Sesi Tersebut Santai dan Menyenangkan.
Ide-ide kreatif mengalir saat partisipan santai dan menikmati diri mereka sendiri dan merasa bebas untuk menjadi bodoh dan ceria. Makan popcorn, pizza, es krim atau membuat pesawat kertas atau mencorat-coret saat Anda bekerja, bahkan jika masalahnya sangat serius seperti kanker atau kekerasan pada anak-anak. Jangan terus menerus mengingatkan semua orang bahwa “masalah ini masalah serius” atau “itu lelucon yang tidak lucu.”
Sebagai bantuan untuk santai dan pendorong pada kreativitas, seringkali berguna dimulai dengan sesi pemanasan selama 10 menit, dimana masalah imajinasi diatasi. Memikirkan masalah imajinasi membuat orang menjadi santai dan membuat mereka berada di dalam suasana bermain. Lalu masalah yang sebenarnya dapat dihadapi. Beberapa topik masalah imajinasi antara lain :
• Bagaimana cara menghangatkan rumah lebih efisien?
• Bagaimana cara menerangi rumah hanya dengan 1 bohlam?
• Bagaimana cara meningkatkan perjalanan Anda dari rumah ke kantor?
• Menciptakan lomba baru untuk olimpiade.
• Bagaimana memperbaiki makanan tanpa menambah biaya?
4. Batasi Sesi Brainstorming.
Setiap satu sesi harus dibatasi sekitar 15 atau 20 menit. Lebih lama cenderung menjadi membosankan. Jangan lebih dari 30 menit, walaupun 30 menit adalah waktu “ideal” yang direkomendasikan oleh Alex Osborn.
5. Perbanyak.
Setelah sesi berakhir, rapikan daftar dan perbanyak untuk setiap partisipan. Jangan mencoba mengatur daftar dalam urutan tertentu.
6. Tambahkan dan Evaluasi.
Keesokan harinya, grup harus bertemu kembali. Pertama, ide-ide dari sesi sebelumnya diberitahukan (yang ada di dalam fotokopi yang diperbanyak). Lalu grup harus mengevaluasi ide-ide dan mengembangkan ide-ide yang paling menjanjikan untuk diaplikasikan.
Selama sesi evaluasi, ide-ide liar diubah menjadi ide-ide praktis atau digunakan untuk solusi realistis. Penekanannya sekarang adalah pada analisis dan masalah dunia nyata. Beberapa brainstormers membagi ide-ide yang sangat menguntungkan menjadi 3 yaitu :
A. Ide yang dibutuhkan untuk segera digunakan. Ide-ide inilah yang bisa segera Anda gunakan.
B. Daerah-daerah untuk eksplorasi selanjutnya. Ide-ide ini harus diteliti, ditindaklanjuti, dipikirkan, didiskusikan lebih lanjut.
C. Cara-cara pendekatan baru pada masalah. Ide-ide ini menawarkan cara baru melihat situasi.
Mohon dicatat bahwa evaluasi tidak dilakukan pada hari yang sama saat sesi brainstorming. Kenyataan ini membuat sesi ide lebih bebas (tidak ada ketakutan bahwa evaluasi akan segera dilakukan) dan mengizinkan inkubasi waktu untuk ide-ide lebih banyak dan waktu untuk memikirkan tentang ide yang ditawarkan.
Variasi
1. Berhenti dan jalan.
Untuk brainstorming berhenti dan jalan, ide dihasilkan untuk 3 atau 5 menit, lalu grup itu diam (dan berpikir) untuk 3 atau 5 menit. Lalu ide-ide diberikan lagi untuk 3 hingga 5 menit. Pola ini berselang selama sesi.
2. Bertahap.
Dalam teknik ini, moderator menunjuk dari satu orang ke orang lain dalam grup atau berurutan. Setiap anggota memberikan ide apapun yang dimilikinya dan mereka menuliskannya. Jika seorang anggota tidak memiliki ide, dia berkata, “pas”, dan anggota selanjutnya menjawab. Gerakan ini, bergantian atau mengelilingi meja terus berlangsung selama sesi. (Bergiliran dikatakan hampir meningkatkan 2 kali lipat ide yang dihasilkan dalam 1 sesi brainstorming)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar