14 Juli 2012

From Wedding Ring to Boxing Ring, MTGW, Minggu, 1 Juli 2012

Segmen I :

Cintailah seseorang karena kecantikannya, hanya saja kecantikan itu bukan wajah saja, tapi hatinya, perilakunya.

Perbarui konsep kita mengenai kecantikan, mengenai cinta. Bukan cinta jika mengabaikan semua nasihat baik.

Nasihat mengenai pernikahan paling tidak dibutuhkan sebelum menikah tetapi paling dibutuhkan setelah menikah.

Banyak orang mengabaikan nasihat karena sedang dilumpuhkan oleh cinta. Sebetulnya cinta tidak buta, hanya melumpuhkan logika.

Cara terbaik menghindari pertengkaran dalam pernikahan adalah tidak menikah.

Saat kita jatuh cinta, kita bersiap-siap tampil hanya yang terbaik, pada saat-saat di mana kita tampil terbaik. Persiapan tidak bisa dilakukan setelah menikah. Jadi wajar sekali kalau kekecewaan itu datang setelah pernikahan. Belum lagi pernikahan itu dititipi pesan gengsi orangtua untuk pesta semewah mungkin dengan utang.

Bukan masalah dalam pernikahan yang Anda hindari, tetapi jadilah pribadi yang bahkan lebih lucu, lebih indah, lebih happy karena banyaknya masalah.

Pernikahan itu bukan untuk sempurna-sempurnaan. Pernikahan itu untuk menyempurnakan kedamaian dan kebahagiaan di atas semua masalah.


Segmen II :

Kehidupan ini bukan masalah beban tetapi masalah kita memikulnya. Bukan besarnya beban yang menjadikan masalah, salah cara memikulnya.

Keharusan membangun pernikahan yang indah, itu diharapkan Tuhan. Tetapi kalau kita dalam proses memuliakan wanita itu ada kesalahan, pasti karena caranya.

Kita mudah marah kepada orang yang kita cintai karena banyak dari yang kita harapkan kita anggap sudah dimengertinya.

Ingatlah bahwa orang yang kita cintai itu bukan hanya harus kita cintai tapi dia berhak dicintai.

Sebuah kualitas tidak bisa lepas dari kualitas sebelumnya.

Apabila Anda ingin dilihat penting oleh pasangan Anda, maka jadikanlah dia terpenting bagi Anda.


Segmen III :

Pertengkaran di dalam pernikahan selalu karena adanya salah pilih. Pertama, mungkin karena kita salah pilih orang yang kita nikahi. Atau kita salah memilih cara mencintainya. Lebih sering salah cara mencintainya karena sebaik-baiknya kekasih akan menjadi seburuk-buruknya musuh kalau cara mencintainya salah. Tetapi seburuk-buruknya musuh kalau dicintai bisa menjadi sebaik-baiknya sahabat atau bahkan pasangan hidup.

Jangan kecil hati dengan pilihan kita walaupun dia mengesalkan hati, mengecewakan atau malu-maluin. Apakah Anda mencintainya dengan cara yang menjadikannya menyerahkan diri kepada Anda, bersedia mengubah atau menjadi sebaik-baiknya kekasih bagi Anda.

Mintalah nasihat kepada orang yang sudah pernah mengalaminya.

Orang yang pernikahannya tidak pernah ada masalah itu tidak kelihatan ada masalah. Tidak mungkin ada pernikahan tanpa masalah, sehingga orang yang pernikahannya tidak ada masalah itu hanya kelihatan tidak ada masalah.

Berarti orang-orang ini ahli memisahkan pertengkaran keluarga dengan kebaikan tampil mewakili keluarga. Tampil di depan anak-anak. Anak-anaknya tahu orangtuanya bertengkar tetapi tidak bertengkar dengan cara-cara norak, dengan cara yang saling merendahkan satu sama lain.

Orang yang kelihatan tidak ada masalah berarti pandai. Tanya kepadanya.

Dalam meminta nasihat, sebetulnya kalau kita bijak, kita tidak menilai siapa yang menasihati kita, tetapi kita mengambil yang dikatakannya atau diceritakannya bagi kebaikan kita.


Segmen IV :

Laki-laki yang paling dicintai wanita adalah laki-laki yang meminta maaf walaupun tidak salah.

Laki-laki tidak turun derajatnya hanya karena kita minta maaf walaupun tidak salah.

Tujuan menikah bukan untuk menunjukkan siapa yang benar dan salah tetapi kita ingin membuktikan di hadapan Tuhan bahwa dua makhluk yang sangat berbeda ini bisa membangun kebersamaan yang memuliakan pernikahan.

Persahabatan itu untuk menemukan kegembiraan karena bersama-sama.

Kalau orang menjadi damai dan berbahagia karena bersama-sama, itu namanya sahabat.

Tujuan dari pernikahan adalah bersama-sama sebagai sahabat sampai tua supaya nanti ada anak-anak kecil yang menyebut kita mama dan papa atau eyang putri atau eyang kakung dengan kebanggaan, dengan kemuliaan.

Sebetulnya tidak ada keretakan dalam rumah tangga. Yang ada adalah alasan untuk retak. Perbedaan kebiasaan, perbedaan jam bangun pagi. Karena perbedaan-perbedaan ini kalau digunakan sebagai alasan untuk retak, ada keretakan.

Keretakan dalam pernikahan tidak terjadi kalau kita tidak menjadikan apa pun sebagai alasan.

Untuk itu peganglah ini, dia lebih penting daripada apapun di luar Tuhan.

Pengorbanan untuk membahagiakan kekasih hati kita itu bukan kerugian tetapi hadiah cinta.


Segmen V :

Banyak orang tidak terbuka dengan perasaannya.

Wanita butuh dengar bahwa Anda cinta, bahwa Anda sayang.

Paling susah menikah dengan orang yang tidak terbuka.

Wanita yang cerdik mengumumkan kepemilikan pasangannya di muka umum.


Segmen VI :

Batasan yang Anda yakini menjadi batasan yang nyata.

Orang yang meyakini dirinya tidak bisa akan berperilaku tidak bisa.

Jangan terpaku kepada batasan.


Segmen VII :

Kekecewaan merupakan sebab utama dari mulai menjelasnya perbedaan, keretakan, mentenagai pertengkaran.

Awal dari kekecewaan itu adalah harapan tidak logis sejak masa pacaran.

Jarang sekali orang dalam masa pendekatan itu memperhatikan satu sama lain.

Masing-masing harus mengerti bahwa harapan itu harus disampaikan sebagai permintaan.

Kalau cinta itu penting maka pentingkanlah orang yang Anda cintai. Kalau kebahagiaan Anda penting, bahagiakanlah orang yang Anda cintai. Kalau Anda ingin dikhususkan, khususkanlah dia.

Jangan gunakan tenaga banyak-banyak untuk mengkritik dia yang belum memenuhi standar kita. Beritahu harapan Anda. Tapi berfokuslah menjadikan diri Anda lebih pantas dicintai oleh orang yang lebih berkualitas.

Cegahlah pertengkaran yang menuju kepada perpisahan.

Tujuan pertengkaran Anda harus untuk keharmonisan, untuk sesuai pada tingkat-tingkat yang lebih tinggi.

Jadikan cinta kita kepada wanita atau pria itu sebagai penyatu keindahan dalam pernikahan kita supaya Tuhan mengizinkan dilahirkannya anak-anak yang baik, kemudian cucu-cucu dan yang kemudian menjadi keturunan yang membesarkan kehidupan kita.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: