Segmen I :
Banyak orang bukan tidak tahu caranya tampil baik, tetapi sikapnya mematikan daya tariknya.
Sumber bete :
1. Tidak mampu memikul beban.
Kurangnya kemampuan dibandingkan dengan beban kehidupan itu membuat orang stres.
Hati-hati dengan kemampuan. Orang-orang yang kemampuannya besar tidak stres.
2. Kita disiksa oleh ketidakpastian hidup.
Orang yang kuat orang yang punya banyak pilihan.
Yang gampang marah tidak punya pilihan. Hanya pekerjaan itu. Hanya teman yang itu.
3. Kita sering kecewa.
Harapan dan kenyataan beda.
Keinginan adalah hak. Yang menjadi sumber penderitaan adalah ketidakmampuan memenuhi keinginan.
4. Low level of fun.
Orang kalau mau tahan terhadap ketidakpastian kehidupan, kurangnya kemampuan, have fun. Life is not easy but full of fun.
Sebetulnya bete tidak berarah. Yang menjadikannya berarah itu marah.
Segmen II :
Ciri-ciri orang bete :
1. Bingung.
2. Merasa tidak mapan, ada komponen minder.
3. Cepat marah dan kalau marah lama.
4. Awal dari bete adalah perasaan tidak berdaya. Setelah tahu dia tidak berdaya, merasa tidak mampu, dia masuk ke dalam perasaan paling dasar dari orang bete, sedih. Lalu meratapi kehidupan. Menyalahkan segala sesuatu.
Akhirnya tenggelam dalam self-pity.
Tidak ada orang yang lebih lemah daripada orang yang mengasihani dirinya sendiri.
Cara terbaik melindungi orang lain adalah menyingkirkan diri Anda waktu Anda tidak bisa menjadi sahabat yang baik bagi orang lain.
Cara termudah untuk menyingkirkan diri adalah diam. Karena orang yang diam, itu seperti tidak ada.
Tidak ada orang dewasa, yang ada adalah orang yang pandai mengendalikan dirinya.
Segmen III :
Anda tidak bisa kekurangan dengan melebihkan orang lain karena tugas kita hanya melewatkan rezeki orang lain.
Orang yang menjadikan diri dan kehidupannya sebagai lewatnya rezeki, dia akan juga diberikan rezeki yang baik.
Segmen IV :
Kemarahan itu powerful. Yang dianjurkan dari jangan marah adalah jangan menggunakan rasa marah untuk merusak hubungan dan merendahkan diri.
Tapi orang-orang yang marahnya anggun, diam, tersenyum, melambatkan gerakan.
Kedewasaan bukan masalah usia, tetapi masalah pengendalian diri.
Segmen V :
Orang-orang yang peka mudah kasihan kepada orang lain dan mudah tersinggung.
Kita tidak mungkin mudah tersinggung kalau tidak punya bibit minder.
Jangan izinkan kekurangan Anda melukai rasa hormat Anda karena kekurangan itu keputusan Tuhan.
Aku kurangi kamu di satu hal agar kamu melihat kelebihanmu di hal yang lain lalu syukurilah.
Jadi orang yang tidak punya bibit minder tidak bisa tersinggung.
Yuk lebih percaya diri dengan menghormati hak kita untuk menjadi sebaik-baiknya manusia bukan karena kurang tetapi karena mendayagunakan kelebihan.
Banyak orang menuntut kasih sayang dengan cara merusak kasih sayang.
Berfokuslah kepada yang membahagiakan.
Keburukan dikirimkan ke rumah kita untuk berlabuh di hati.
Orang yang hatinya baik kehidupannya baik.
Peliharalah hati, karena orang yang memelihara hati memelihara kualitas kehidupannya.
Perasaan bete adalah getaran yang menjadi berarah kalau kita menggunakannya dengani emosi ekstrem yang lain.
Banyak orang disebut emosian karena menggunakan emosi ekstrem yang negatif. Marah, menghujat, mencemooh, merendahkan orang. Emosi yang positif, memuliakan orang, memaafkan orang, meninggikan, memuji orang, membesarkan hati sesama. Yuk kita jadi orang Indonesia yang emosinya positif.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar