Segmen 1 :
Menjadi pribadi yang mudah disetujui itu adalah kelihatan masa depannya pada penampilannya hari ini.
Jadikan diri Anda sebagai penduga kecemerlangan masa depan.
Anak muda yang tampilannya, pilihan kata-katanya, kecemerlangan wajahnya mengindikasikan kecemerlangan masa depan, dipercaya banyak orang.
Segmen II :
Yang menjadikan kedekatan itu tidak mengganggu adalah cinta.
Berarti yang namanya terlalu dekat itu sudah melewati batas nyaman bagi orang yang tidak disenangi.
Jangan jadikan keburukan masa lalu sebagai penduga kebaikan masa depan.
Orang-orang yang memulai kehidupan di masa depan yang sulit adalah orang-orang yang memulai cara-caranya di masa lalu, yang telah membuatnya hari ini kesulitan.
Bagaimanapun kelamnya masa lalumu, masa depanmu masih suci.
Segmen III :
Kesabaran dalam menerima kesulitan itu harus untuk mencapai sesuatu yang lebih baik, bukan untuk menyesuaikan diri dengan kelemahan hidup.
Kemiskinan bukan rendahnya derajat, orang-orang miskin sangat dekat dengan Tuhan.
Keamanahan kepemimpinan sulit untuk melekat kepada hati yang tidak lengkap, yang tidak dilubangi oleh kesedihan dan penderitaan untuk dibesarkan supaya bisa menampung kesedihan sesamanya.
Untuk setiap kekurangan, ada kelebihan. Tapi kita melihat kelebihan orang lebih jelas, dan kekurangan diri sendiri lebih jelas. Kalau belum kelihatan kelebihan kita, itu hanya masalah waktu. Jadi damailah.
Segmen IV :
Ada ketidaksesuaian persepsi antara orangtua dan anak. Persepsi orang tua adalah anak-anak tidak pernah dewasa. Anak-anak menganggap orang tua kuno. Ketidaksesuain ini yang membuat bicara tidak nyambung.
Kalau orangtua menasihati sesuatu yang baik, turuti. Jangan bantah.
Kalau orangtua menasihatkan sesuatu yang tidak baik, memilih menantu karena utang budi misalnya, juga jangan dibantah, tapi lakukan yang baik menurut Anda.
Lindungi perasaan mulia di hati orangtua, jangan ditolak.
Cinta yang baru seharusnya mengabaikan segala sesuatu. Cinta itu bukan hanya gila, cinta itu juga tidak tahu malu.
Kalau sudah diputuskan kita akan menua bersama-sama dengan seseorang, berbahagialah bersamanya.
Tuhan membuat kita melihat keindahan dari apapun, yang bahkan dilihat tidak baik oleh orang apabila kita mencintainya.
Pinggirkan semua masalah dan lihat satu sama lain sebagai hadiah terbaik.
Segmen V :
Jatuh cinta tidak membutuhkan uang. Tapi kelanjutan dari jatuh cinta dalam pernikahan bisa tidak murah. Maka siapkan karena ada dalam diri kita dorongan untuk mandiri dan tidak suka dibanding-bandingkan.
Mertua jangan dilihat negatifnya. Mertua itu melindungi kepentingan anaknya.
Kita memiliki kecenderungan melihat masalah sebagai sesuatu yang harus dihindari. Masalah adalah rahmat yang belum kita ketahui kegunaannya.
Kita melihat kelemahan sebagai penderitaan. Kelemahan adalah kekuatan yang belum diketahui gunanya.
Kalau Anda selalu membuat kesalahan, bergembiralah. Menikahlah dengan pria atau wanita yang logis.
Banyak orang tidak melihat maksud Tuhan. Kalau maksud Tuhan gampang dilihat, Beliau tidak bisa disebut Tuhan. Tuhan itu yang memiliki keajaiban, yang gaib, yang maksudnya sangat lembut, yang tidak bisa dimengerti kecuali dengan hati yang ikhlas. Marilah kita ikhlas melihat masalah sebagai perintah untuk menguatkan diri.
Orang sulit, ngomelan, sulit disayangi. Membutuhkan orang sangat penyayang untuk menyayanginya.
Yang hebat itu yang bisa menerima kekurangan orang lain. Lalu tumbuh dan katakan rendahku sekarang, kurangku sekarang, lemahku sekarang karena aku masih muda. Sediakan sedikit waktu bagiku, setelah itu kalian akan bangga denganku.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar