Segmen I :
Tugas kita, menjadikan apa pun yang sederhana yang kita miliki sebagai penghebat kehidupan kita.
Imajinasi menentukan apakah yang Anda lihat adalah penderitaan atau potensi.
Anda tidak mungkin melihat sesuatu dengan bersemangat kalau Anda tidak menggunakan imajinasi yang positif.
Bermanfaatlah bagi orang lain.
Orang-orang hebat itu tidak pernah diberitahu tanggung jawab. Mereka melakukan yang menjadi panggilan hati mereka sendiri. Kalau kita sudah beriman, mengapa kita tidak ikhlas.
Segmen II :
Kemiskinan adalah perintah untuk mengkayakan diri. Dan kekayaan adalah perintah untuk mengkayakan sesama.
Damailah dengan kemiskinan karena itu adalah tempat pemberangkatan terbaik yang menjadikan kebaikan itu sangat ikhlas kita terima hanya kalau kita miskin.
Segmen III :
Dalam kehidupan ini tidak ada biasa. Harus ada yang terbaik karena yang biasa diperlakukan seperti tidak penting.
Tidak ada masalah apakah Anda yakin atau tidak dengan diri Anda sendiri, asal yang Anda lakukan meyakinkan orang lain.
Bagi orang jujur, kemiskinan itu sementara. Tapi bagi orang yang tidak jujur, pangkat yang tinggi itu sementara, kekayaan itu sementara.
Jangan benci kekayaan, kekayaan ada dalam rencana kehidupan kita supaya kita menjadi penderma yang memuliakan kehidupan sesama.
Taruhlah seseorang dengan sikap yang baik di sebuah gubuk dan sebentar lagi dia akan mengubahnya menjadi istana.
Segmen IV :
Anak-anak sederhana dari keluarga bersahaja yang terdidik dengan baik oleh orangtuanya yang penuh cinta akan menjadi pribadi-pribadi yang pantas bagi istana dan setelah dia di istana, mengistanakan setiap kehidupan orang. Itulah kepemimpinan.
Harus dikenali bahwa pikiran itu mempunyai bakat kalau sudah terbuka dan menjadi besar, tidak bisa mengecil.
Hanya pikiran kecil yang takut mengupayakan sesuatu yang besar.
Jadilah pribadi yang selalu tertarik untuk lebih tahu.
Perhatikan orang-orang kerdil, selalu merasa sombong di dalam keterbatasan pengetahuannya.
Tidak ada anak muda yang lebih menyedihkan daripada anak muda yang sinis.
Orang sinis itu sifatnya 2 : tidak tahu dan yakin dengan ketidaktahuannya.
Jadikanlah diri Anda bisa. Banyak orang tahu tidak bisa karena menolak mencoba.
Selalulah menjadi pribadi yang tahu, bisa, dan mau. Mudah-mudahan dengannya, Tuhan mentenagai upaya Anda untuk menjadi rahmat bagi sesama.
Lebih baik menjadi orang tua yang sederhana, tapi anaknya hebat daripada orang tua hebat yang anaknya bermasalah.
Segmen V :
Jangan gunakan waktu untuk menunda tindakan.
Jangan impikan istana yang besar itu hanya sebagai impian, tapi mintalah izin Tuhan untuk diberikan uang untuk beli bata pertama.
Syukuri kewenangan Anda untuk menjadi pribadi yang bekerja. Pekerjaan itu adalah penghubung antara impian Anda dengan kemampuan Tuhan untuk merestui sebesar-besarnya doa Anda.
Semoga bermanfaat. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar