05 November 2011

Al Warits, Allah Yang Maha Mewarisi, Kajian Kamis, 27 Oktober 2011, Ust. Jumharudin Lc.

Al Warits artinya peralihan sesuatu kepada sesuatu yang lain.

Waratsa artinya mewarisi baik materi maupun selainnya, baik karena keturunan atau hal lainnya.

Menurut Imam Ghazali, artinya Dia yang kembali kepada-Nya kepemilikan setelah kematian para pemilik.


(yaitu) pada hari (ketika) mereka keluar (dari kubur); tidak sesuatu pun keadaan mereka yang tersembunyi di sisi Allah. (Lalu Allah berfirman), "Milik siapakah kerajaan pada hari ini?" Milik Allah Yang Maha Esa, Maha Mengalahkan. (QS 40 : 16).

Kekuasaan adalah milik Allah.


Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi Bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan. (QS 19 : 40).

Semuanya akan kembali ke Allah.


Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan. (QS 57 : 10)

Peringatan untuk orang yang enggan berinfak. Asal kata infak, nafak artinya terowongan. Jika tidak berinfak maka terowongannya akan tersumbat.


Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian Timur dan bagian Baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Firaun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun. (QS 7 : 137)

Nabi Musa menjadi pewaris setelah Firaun tenggelam. Penjelasan apa saja yang Allah wariskan.


Dan Dia mewariskan kepadamu tanah-tanah, rumah-rumah, dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak. Dan Allah Mahakuasa terhadap segala sesuatu. (QS 33 : 27)

Allah mewariskan bumi yang pernah ditinggali.


Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar. (QS 35 : 32)

Kitab diwariskan kepada orang pilihan.


Dan Sulaiman telah mewarisi Daud, dan dia (Sulaiman) berkata, "Wahai manusia! Kami telah diajari bahasa burung dan kami diberi segala sesuatu. Sungguh, (semua) ini benar-benar karunia yang nyata." (QS 27 : 16)

Allah wariskan ilmu.


Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa. (QS 19 : 63)

Surga diwariskan kepada hamba-Nya.



Bentuk jamak

Dan jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan apa yang diberikan Allah kepada mereka dari karunia-Nya, mengira bahwa (kikir) itu baik bagi mereka, padahal (kikir) buruk bagi mereka. Apa (harta) yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat. Milik Allah-lah warisan (apa yang ada) di langit dan di bumi. Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS 3 : 180)

Pelit itu buruk. Orang yang memberi adalah orang yang kuat, sedang bahagia, orang yang sedang dalam puncak kekuatan.

Kesibukan membuat kita tidak mendapatkan kenikmatan hening.



Yang dikecam.

Maka setelah mereka, datanglah generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini. Lalu mereka berkata, "Kami akan diberi ampun." Dan kelak jika harta benda dunia datang kepada mereka sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dengan Kitab (Taurat) bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah, kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya? Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka tidakkah kamu mengerti? (QS 7 : 169)

Ganti generasi terima warisan kitab tetapi tidak dapat apa-apa.



Meneladani Al Warits :

1. Hendaknya sumbangkan warisan kepada keluarga yang membutuhkan.

2. Jangan warisan menjadikan keluarga berantakan.

3. Jangan makan harta warisan yang bukan haknya.

Sedangkan kamu memakan harta warisan dengan mencampurbaurkan (yang halal dan yang haram). QS 89 : 19.

4. Menghiasi diri dengan sifat-sifat ahli surga.

Shalat khusuk; yang tidak bermanfaat ditinggalkan; bekerja memikirkan zakat; menjaga kemaluan kecuali kepada istri; orang yang amanah dan menepati janji, amanah artinya jujur dan kompeten, orang yang tidak kompeten tidak mungkin jujur atau amanah; shalat rutin dijaga yang mewarisi surga Firdaus. (QS 23 : 1-11)



Dan mereka berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janji-Nya kepada kami dan telah memberikan tempat ini kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga di mana saja yang kami kehendaki." Maka (surga itulah) sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal. (QS 39 : 74)

Perkataan ahli surga.

Semua yang hilang kembali kepada Allah dan akan diwariskan kepada siapa pun yang dikehendaki Allah.


Semoga bermanfaat. Aamiin.

Tidak ada komentar: