09 Mei 2011

Berbagai tipe karakter anak, dan yang harus diperhatikan orang tua, Wanita Indonesia, 9-15 April 2011.

Jika dikaitkan dengan struktur otak (triune brain) terdapat 3 macam karakter secara umum, menurut psikolog Efnie Indrianie, M. Psi :


Instinktif.

Anak yang memiliki karakter ini pada dasarnya lebih senang melakukan sesuatu berdasarkan keinginannya sendiri, keras, cuek, tidak mudah dipengaruhi, dan sulit diubah pendiriannya. Untuk menanganinya adalah secara terus menerus menyampaikan masukan sampai pola berpikir anak berubah. Selain itu, pada saat mengajarkan sesuatu, sampaikanlah informasi tersebut dengan jelas dan terstruktur.


Intutitif.

Anak dengan karakter ini pada sadarnya didominasi oleh perasaan, sensitif, sedikit emosional. Dalam mengasuh anak dengan tipe ini haruslah diberikan kenyamanan yang lebih agar dia dapat mengerjakan segala sesuatu dengan optimal.


Logis.

Anak dengan karakter ini pada dasarnya didominasi oleh logika. Anak dengan tipe ini akan lebih termotivasi jika hal-hal yang dikerjakan memperoleh rewards.


Jika mengacu pada konsep struktur otak maka sejak lahir seorang anak sudah memiliki karakter bawaan dan seiring perkembangan kehidupannya yang melewati berbagai pengalaman dan proses pembelajaran, anak terkadang menyesuaikan perilakunya sesuai dengan tuntutan lingkungan di mana ia berada.



Yang harus diperhatikan orang tua!

1. Anak-anak harus yakin bahwa kita mencintainya tanpa syarat (unconditional love). Baik anak kita benar, bahkan sekalipun anak kita salah, baik nilainya bagus maupun nilainya kurang bagus. Mereka harus tahu persis, cinta dan kasih sayang bunda tidak pernah terbatas.

2. Mendorong anak mencapai hasil yang optimal dengan memahami bakat, gaya belajar, karakter anak.

3. Memberikan kesempatan pada anak untuk menjadi dirinya sendiri bukan menjadi diri seperti yang orang tua mau. Tugas kita mengarahkan anak agar apa yang ingin dicapai adalah benar-benar yang ingin dicapai, bukan sekadar ikut tren atau ikut-ikutan.

4. Dalam menerapkan disiplin, usahakan secara maksimal untuk tidak menggunakan hukuman fisik, apa pun bentuknya. Walau hanya sekadar memukul tangan.

5. Sesuaikan dengan usia dan tingkat kematangan anak dalam menerangkan berbagai hal. Misalnya bagaimana menjelaskan untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada anak usia 2 tahun, bagaimana menjelaskan budaya antre kepada anak usia 4 tahun, dan lain sebagainya.

Tidak ada komentar: