28 November 2009

Profesi yang Tepat untuk si Pendiam

Siapa yang bisa disebut pendiam? Orang yang pendiam biasanya memiliki ciri-ciri tertentu. Di antaranya lebih senang menghabiskan waktu sendiri daripada bergabung dengan teman atau keluarga.

Untuk orang-orang kategori ini, peristiwa terbaik bagi mereka ialah saat berada di dalam kamar sendirian, bermain-main dengan pikiran atau imajinasi mereka sendiri, bergelut dengan komputer atau buku, atau bermain dengan hewan peliharaan.

Orang-orang seperti ini umumnya tak nyaman jika harus berkomunikasi dengan orang asing. Terkadang mereka juga merasa tak perlu berkomunikasi dengan rekan kerja jika memang tak ada hal penting yang harus dibicarakan. Tentu saja jika sikap pendiam ini terus dipelihara di lingkungan kerja yang menuntut tingkat sosialisasi tinggi, akan membawa masalah bagi si pendiam. Karena itulah, si pendiam harus pintar-pintar mencari profesi yang sesuai dengan karakternya ini. Apa saja profesi yang cocok untuk mereka, simak di bawah ini.

1. Teknisi Automotif.

Teknisi automotif “dilarang” berbicara banyak. Ia hanya membutuhkan satu keintiman dengan satu hal, mobil. Para teknisi ini cukup menanyakan masalah pada kendaraan klien. Setelah itu mereka bisa menghabiskan waktu dengan memperbaiki mobil tersebut.

2. Cost Estimator.

Jika teknisi automotif harus berintim ria dengan kendaraan, maka cost estimator cukup bergelut dengan kertas-kertas berisi proposal suatu proyek. Pekerjaan mereka adalah menganalisis dana proyek dan membuatnya menjadi sebuah pengeluaran seminimal mungkin. Jadi tak perlu banyak bicara, bukan?

3. Desainer Interior.

Desainer interior memang harus berkomunikasi dengan kliennya tentang berbagai hal yang dibutuhkan sang klien. Tapi waktu untuk mengomunikasikan hal tersebut tidaklah memakan waktu banyak. Selebihnya seorang desainer interior lebih banyak menghabiskan waktu memilih desain ruangan yang tepat, furnitur yang menunjang, dan warna ruangan yang menyempurnakan desain tersebut. Fakta yang lebih menyenangkan lainnya, seorang desainer interior biasanya bekerja sendiri, di rumah mereka. Tentu ini kondisi yang paling diidam-idamkan si pendiam.

4. Pustakawan.

Perpustakaan mungkin menjadi tempat yang paling cocok untuk si pendiam. Alasannya apalagi kalau bukan karena tempat ini adalah area “dilarang bicara”. Ketenangan adalah atmosfer yang begitu terasa di setiap perpustakaan. Pekerjaan seorang pustakawan “hanyalah” mengatur koleksi perpustakaan dan berkata sepatah dua patah kata untuk memberikan petunjuk pada pengunjung perpustakaan tentang lokasi koleksi buku yang mereka cari. Selebihnya, seorang pustakawan bisa duduk tenang membaca buku kegemarannya.

5. Pencatat Kondisi Medis.

Mereka dibayar bukan untuk berbicara melainkan mencatat keluhan pasien. Ini tentu pekerjaan yang nyaman untuk para pendiam yang senang dengan hal yang berbau sosial atau kemanusiaan. Para pencatat kondisi medis ini bertugas untuk memindahkan keluhan pasien tersebut ke dalam bentuk laporan medis. Jadi bisa dibilang mereka tak perlu bicara untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

6. Analisis IT.

Buat si pendiam yang menggilai IT, rasanya tak ada pekerjaan lain yang lebih cocok selain sebagai analis IT.

Pekerjaan mereka benar-benar tak membutuhkan keahlian berbicara melainkan ketajaman menganalisis kerusakan sistem komputer atau jaringan internet. Bahkan, dalam titik yang ekstrem, jika ada keluhan dari klien, cukup klien saja yang berbicara tentang masalah mereka, selebihnya para analis cukup menganggukkan kepala dan melakukan pekerjaan mereka.

7. Peneliti.

Seorang peneliti atau ilmuwan lebih banyak bekerja di laboratorium daripada harus berinteraksi dengan orang banyak. Jika mereka tidak di laboratorium, mereka pasti berada di belakang mejanya untuk membuat laporan penelitian yang mereka kerjakan.

8. Penerjemah.

Penerjemah memang banyak “bergaul” dengan kata-kata, tapi kebanyakan kata-kata tersebut bukan diucapkan melainkan dituliskan. Kalaupun penerjemah harus berkata, kata yang diucapkan adalah kata-kata yang keluar dari orang lain. Keuntungan lain dari profesi ini ialah pekerjaannya bisa dilakukan di rumah.

9. Pengurus Pemakaman.

Sudah jelas, suasana duka memang mengharuskan seseorang untuk sedikit berbicara. Jadi seorang pengurus pemakaman memang seharusnya lebih banyak bekerja daripada berkata-kata.

10. Penulis.

Banyak penulis yang membutuhkan tempat sepi untuk mencari inspirasi dan menulis cerita. Jadi jika kamar di rumah adalah tempat menyepi terbaik bagi seorang yang pendiam, itu artinya kamar pribadi adalah tempat paling inspiratif bagi seorang penulis.

(Herita Endriana, Koran Seputar Indonesia, Selasa, 14 April 2009)

Tidak ada komentar: