28 November 2009

Perilaku yang Tidak Disukai Atasan

Apa yang menjadi standar penilaian orang lain terhadap diri Anda? Ternyata, orang di sekitar akan menilai Anda berdasarkan perilaku. Karena itu, jagalah perilaku Anda baik-baik, terutama di tempat kerja.

Di semua tempat kerja, seorang karyawan harus mematuhi segala peraturan yang berlaku di kantor, aturan tertulis ataupun tidak. Nah, terkait perilaku di kantor yang sering dilanggar adalah hal-hal yang tidak tertulis. Untuk mengantipasi kemungkinan itu, Anda perlu mengetahui apa saja perilaku yang berpotensi merusak reputasi Anda di mata bos. Coba tengok beberapa hal berikut ini :

• Menghindari Pertemuan dengan Bos

Menghindari bertatap muka, bertemu dengan bos secara sengaja di situasi informal kelihatannya memang sepele. Tapi kalau bos sadar bahwa Anda sering menghindarinya, bisa saja dia akan menganggap karyawannya manusia aneh yang tidak bisa bersosialisasi. Untuk menghindari penilaian ini, Anda jangan lantas mendadak “balik badan” karena ogah menegur bos saat bertemu secara tidak sengaja di lift atau di tempat lain. Sapa saja dan beri senyum yang wajar kepada atasan.

• Sering Terlambat

Sering terlambat, meski dalam durasi pendek tetap merupakan salah satu bentuk perilaku yang sangat tidak disukai atasan. Walau bagaimanapun karyawan yang baik adalah karyawan yang selalu tepat waktu datang ke meja kerjanya. Bahkan, ada yang berpendapat jika sering datang tepat waktu, bos akan tutup mata dengan kesalahan lain yang Anda perbuat. Makanya, usahakan tepat waktu, entah saat datang, rapat atau deadline.

• Tampil Berantakan

Banyak yang bilang, penampilan sepenuhnya adalah hak pribadi Anda, tapi ada baiknya Anda berbusana dan berpenampilan yang baik di kantor. Pertama, karena Anda mewakili image kantor di mana Anda mengais rezeki. Selain itu, siapa pun orangnya lebih menyukai mereka yang tampil rapi dan profesional. Maka selalu bereskan penampilan. Jangan sekalipun tampil di kantor dengan rambut acak-acakan dan pakaian berantakan.

• Pelupa

Apa pun informasi yang Anda terima sehubungan dengan pekerjaan jangan tunda-tunda menyampaikannya kepada atasan. Jika tidak sempat bertemu langsung, sampaikan lewat e-mailnya. Jika bos kebetulan sedang cuti atau tidak di tempat, Anda bisa saja menghubungi ponselnya jika informasi tersebut sangat penting. Lupa menyampaikan informasi vital bisa berakibat fatal dan sangat berpotensi menciptakan penurunan kredibilitas Anda.

(Helmi Firdaus/berbagai sumber, SINDO, Selasa, 17 Februari 2009)

Tidak ada komentar: