Evaluasi penting supaya Anda tahu apa kelemahan dan kelebihan pada diri Anda. Margaret Steen, seorang pakar karier, menyebutkan setidaknya ada delapan kebiasaan buruk dalam bekerja yang membuat target yang telah ditetapkan sulit tercapai. Apa saja delapan kebiasaan buruk itu?
• Perencana yang Buruk
Banyak orang yang tidak tahu apa yang akan mereka kerjakan besok ketika dalam perjalanan pulang kantor. Akan lebih efisien jika sebelum pulang, Anda merencanakan apa yang harus dikerjakan besok.
• Menghabiskan Banyak Waktu Membalas E-mail
Balas surat elektronik yang penting dan perlu saja. Sebab, tidak semua e-mail berkaitan dengan target yang telah Anda ciptakan sebelumnya.
• Selalu Beralasan Menyelesaikan Pekerjaan Rumah
Seringkali orang tidak optimal melakukan pekerjaannya dengan beralasan energinya habis untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Hal ini membuat orang menilai Anda tidak profesional.
• Mengedepankan Urusan Personal daripada Kerja
Penting untuk punya kehidupan di luar pekerjaan. Namun, akan sangat mengganggu jika seringkali urusan personal membuat jadwal kerja Anda dengan orang lain terbengkalai.
• Terlambat
Keterlambatan akan menular ke orang lain sehingga keterlambatan akan makin parah. Keterlambatan ini juga akan membuat orang yang tepat waktu tidak merasa dihargai atau membuat waktunya percuma.
• Tidak Cukup Peduli Urusan Kesehatan dan Kebersihan
Urusan kesehatan dan kebersihan itu mesti diperhatikan agar Anda memiliki impresi awal yang menarik. Tidak itu saja, menjaga kesehatan dan kebersihan akan membuat kita lebih fit dan bertenaga dalam menyelesaikan pekerjaan.
• Membuat Humor yang Tidak Tepat
Punya rekan kerja yang humoris tentu menyenangkan. Bisa jadi obat stres. Namun, humor-humor yang tidak tepat seperti terlalu vulgar soal seks, suku, agama atau politik, akan membuat orang yang mendengarnya menjadi jengah dan menurunkan citra Anda sebagai pribadi.
• Tidak Perhatian atas Pekerjaan
Saat ini kita tidak bisa bekerja sendirian, selalu melibatkan orang lain alias bekerja sebagai tim. Pasti menyenangkan punya teman kerja yang antusias dan bertanggung jawab penuh atas pekerjaannya.
(Helmi Firdaus, SINDO, Rabu, 14 Januari 2009)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar