8 : Otak Anda Bertambah Jumlah Kerutannya Saat Anda Belajar Sesuatu
Saat Anda membayangkan bagaimana otak Anda, Anda mungkin membayangkan 2 cuping massa berwarna abu-abu yang ditutupi “kerutan”. Sebagai manusia yang berevolusi sebagai spesies, otak kita bertambah besar untuk menampung semua fungsi yang lebih tinggi yang membedakan kita dari hewan. Tapi agar otak bisa dalam ukuran tepat yang bisa masuk ke dalam tengkorak kepala harus dengan perbandingan yang proporsional dengan ukuran tubuh, maka otak melipat sendiri saat tumbuh. Jika kita membuka kerutan itu, ukuran otak kita sebesar sarung bantal.
Otak kita tidak langsung berkerut; janin saat terbentuk memiliki otak yang sangat mulus. Saat janin itu berkembang, syaraf juga berkembang dan berpindah ke area berbeda di otak. Saat janin mencapai usia 40 minggu, otaknya sudah berkerut seperti orang dewasa (tentu saja ukurannya masih kecil). Jadi otak kita tidak bertambah kerutannya saat kita belajar. Kerutan saat kita lahir adalah kerutan yang kita miliki seumur hidup, dengan asumsi otak kita tetap sehat.
Otak kita memang berubah saat kita belajar. Fenomena ini dikenal sebagai kekenyalan otak. Dengan mempelajari perubahan di otak hewan seperti tikus saat tikus-tikus itu mempelajari tugas, peneliti telah menemukan bahwa sinapsis (penghubung antara syaraf) dan sel darah yang mendukung syaraf untuk berkembang dan bertambah banyak. Beberapa peneliti percaya bahwa kita mendapatkan syaraf yang baru saat kita memiliki ingatan baru, tapi hal ini belum dibuktikan pada otak mamalia seperti otak kita.
Jika Anda punya keyakinan bahwa ada pesan tersembunyi di dalam iklan, pertunjukan atau film di TV, Anda akan tertarik pada mitos berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar