13 Juni 2009

10 mitos tentang otak, nomor 10, oleh Shanna Freeman

Otak adalah salah satu organ mengagumkan di dalam tubuh manusia. Otak mengontrol sistem syaraf pusat kita, membuat kita mampu berjalan, berbicara, bernapas dan berpikir. Otak juga sangat kompleks, tersusun dari sekitar 100 milyar syaraf. Begitu banyak yang harus dipelajari dari otak sehingga ada beberapa bidang kedokteran dan ilmu pengetahuan yang berbeda didedikasikan untuk merawat dan mempelajarinya, termasuk ilmu syaraf, yang merawat kelainan fisik dari otak; psikologi, ilmu yang juga mempelajari perilaku dan proses mental; dan juga psikiatri, yang merawat penyakit dan kelainan mental. Beberapa aspek dari bidang ilmu tersebut cenderung melengkapi, dan bidang ilmu lainnya juga mempelajari otak.

Bidang ilmu tersebut telah ada sejak dulu, jadi mungkin Anda berpikir bahwa kini kita sudah mengetahui semuanya tentang otak. Sama sekali tidak. Setelah ribuan tahun mempelajari dan memperlakukan setiap aspek otak, masih banyak masalah dari otak yang tetap misterius. Dan karena otak begitu kompleks, kita cenderung menyederhanakan informasi tentang bagaimana otak bekerja untuk bisa memahaminya.

Karena itulah menghasilkan banyak mitos tentang otak. Mari kita lihat 10 mitos yang telah ada tentang otak, kita mulai dari warnanya.

10 : Otak Anda Berwarna Abu-abu

Pernahkan Anda memikirkan apakah warna otak Anda? Mungkin tidak, kecuali Anda bekerja di bidang medis. Kita memiliki warna pelangi di tubuh kita dalam bentuk darah, jaringan otot, tulang dan cairan lainnya. Tapi mungkin Anda pernah melihat otak yang telah diawetkan dan diletakkan di dalam toples di ruang kelas atau di TV. Seringkali, otak itu berwarna putih, abu-abu atau bahkan kekuningan. Sebenarnya, otak hidup yang ada di dalam kepala Anda tidak hanya berwarna abu-abu, tetapi juga putih, hitam dan merah.

Seperti mitos lainnya tentang otak, mitos yang ini sedikit benar adanya, karena sebagian besar bagian otak berwarna abut-abu. Kadangkal seluruh otak disebut sebagai benda abu-abu. Tokoh Hercule Poirot dari buku misteri karangan Agatha Christie sering mengatakan menggunakan “sel kecil berwarna abu-abu”. Bagian berwarna abu-abu ada di seluruh berbagai bagian otak (termasuk urat syaraf tulang belakang); yang berisi beberapa tipe sel yang berbeda, seperti syaraf. Akan tetapi, otak juga berisi bagian berwarna putih, yang terdiri dari urat syaraf yang menghubungkan bagian otak berwarna abu-abu.

Bagian berwarna hitam disebut substantia nigra, yang dalam bahasa Latin berarti “bagian berwarna hitam”. Berwarna hitam karena neuromelanin, pigmen khusus yang mewarnai kulit dan rambut, dan juga merupakan bagian dari basal ganglia. Akhirnya, kita mencapai warna merah, dan itu berkat banyaknya pembuluh darah di otak. Jadi kenapa kita mempertahankan warna otak putih dan membosankan daripada kenyal dan berwarna warni? Semua itu disebabkan bahan pengawet untuk mengawetkan otak.

Dari warna ke suara, mitos berikutnya tentang pilihan musik yang mungkin harus Anda pikirkan kembali.

Tidak ada komentar: