13 Juni 2009

10 mitos tentang otak, nomor 1, oleh Shanna Freeman

1 : Anda Hanya Menggunakan 10 Persen Otak Anda

Kita sering diberitahu bahwa kita hanya menggunakan sekitar 10 persen otak kita. Mitos ini mungkin salah satu mitos paling terkenal tentang otak, selain karena dipublikasikan di media sudah sejak lama. Darimana asal mitos ini? Banyak sumber mengatakan berasal dari seorang psikolog Amerika di awal abad ke-19 bernama William James, yang mengatakan “orang kebanyakan jarang mencapai tetapi hanya bagian kecil dari potensial mereka” (sumber : AARP) Akan tetapi, itu diartikan hanya menggunakan 10 persen otak kita.

Pertama kali mengetahuinya sepertinya sangat memusingkan. Mengapa kita yang memiliki ukuran otak terbesar dari perbandingan tubuh kita dari hewan apapun (yang kita bahas di mitos nomor enam) jika kita tidak benar-benar menggunakan seluruh otak kita? Banyak orang berpikir, menulis buku dan menjual produk yang diklaim dapat memanfaatkan 90 persen kekuatan otak kita. Orang-orang yang percaya pada kekuatan paranormal seperti ESP menunjuknya sebagai bukti, mengatakan bahwa orang dengan kemampuan tersebut telah memanfaatkan sisa otak mereka.

Masalahnya, itu tidak sepenuhnya benar. Sebagai tambahan untuk 100 milyar neuron, otak juga penuh dengan tipe sel lainnya yang biasanya digunakan. Kita dapat menjadi lumpuh karena kerusakan yang terjadi di bagian kecil otak tergantung dimana letaknya, jadi tidak mungkin kita hanya menggunakan 10 persen otak kita.

Otak yang dipindai telah menunjukkan tak peduli apapun yang kita lakukan, otak kita selalu aktif. Beberapa daerah kini lebih aktif dibandingkan daerah lainnya, tapi jika kita mengalami kerusakan otak, tidak ada satu bagian otak yang tidak berfungsi. Misalnya. Jika Anda duduk dan memakan roti lapis, Anda tidak secara aktif menggunakan kaki Anda. Anda berkonsentrasi membawa roti lapis Anda ke mulut Anda, mengunyah dan menelan. Tapi itu tidak berarti kaki Anda tidak aktif – masih ada aktivitas di kaki Anda, seperti aliran darah, bahkan saat Anda tidak menggerakkannya.

Masih banyak yang bisa dipelajari lagi dari otak.

Tidak ada komentar: