28 Januari 2009

How to be creative part 15 of 26 by Hugh Macleod

15. Hal terpenting yang dapat dipelajari secara profesional oleh seorang yang kreatif adalah membuat garis batas jelas yang memisahkan apa yang ingin dan tidak ingin Anda lakukan.

Seni akan menderita saat orang lain mulai membayar. Semakin Anda membutuhkan uang, semakin banyak orang yang mengatur apa yang harus Anda lakukan. Semakin sedikit kontrol Anda. Semakin banyak omong kosong yang harus Anda telan. Semakin sengsara Anda. Sadari ini dan rencanakanlah dengan baik.

Baru-baru ini, saya mengetahui Chris Ware, berada di urutan 2 atau 3 teratas kartunis yang dihargai di dunia, menjelaskan profesinya sebagai “tidak menghasilkan”.

Jika orang yang berada di puncak tangga yang ingin Anda naiki menjelaskan pemandangan dari atas sebagai “tidak menghasilkan”, maka khawatirlah.

Saya mengenal Chris saat kuliah, di Universitas Texas. Lalu, di tahun 1990, saya melihatnya di sekitar Taman Wicker di Chicago, lingkungan yang sangat mendukung seni, saat dia menyelesaikan gelar masternya dari Institut Seni, dan saya bekerja sebagai copywriter Junior di Leo Burnett. Kami belum begitu dekat, tapi hubungan pertemanan kami cukup baik. Dia pria yang baik. Sangat pintar.

Jadi saya mengamatinya bertahun-tahun dari Sarjana Seni yang berbakat, menjadi kartunis yang terkenal. Tentu saja senang melihatnya, menambah semangat saat orang yang Anda kenal berhak menjadi terkenal. Dan juga sangat membantu bagi saya melihat langsung kenyataan menjadi kartunis profesional, baik ataupun buruk. Menyenangkan melihat potret-potret kenyataan.

Contoh darinya sangat jelas bagi saya sekitar 5-10 tahun lalu saat saya sampai pada titik di mana gambar kartun saya sangat bagus dan saya mempertimbangkan untuk melakukannya secara profesional. Saya melihat pasar, melihat kehidupan yang dimiliki Chris dan orang-orang seprofesinya, melihat orang-orang di bisnis untuk mengambil kesempatan, melihat dunia yang memperdayakan sebagian besar penerbit kartun tinggal dan berpikir, rasanya tidak.

Kalau dipertimbangkan lagi, saya memikirkan satu dari alasan utama syaa tetap bekerja di periklanan karena mendengar “ubah iklan itu” membuat saya marah daripada “ubah kartun itu”. Walaupun orang yang berkompromi harus membuat iklan seringkali hebat sekali, banyak yang harus Anda tanggapi secara personal. Itu produk mereka, uang mereka, jadi lebih mudah untuk menjaga batasan yang sehat. Dengan kartun, saya menemukan hal itu tidak mungkin.

Hal terpenting yang dapat dipelajari secara profesional oleh seorang yang kreatif adalah membuat garis batas jelas yang memisahkan apa yang ingin dan tidak ingin Anda lakukan. Itu garis yang membatasi kedaulatan, yang menegaskan daerah kreatif khusus Anda. Omong kosong yang apa yang ingin dan tak ingin Anda lakukan. Apa yang ingin dan tidak ingin Anda lakukan. Apa yang ingin dan tidak ingin Anda lepaskan kendalinya. Konsekuensi apa yang ingin dan tidak ingin Anda ambil. Setiap orang berbeda. Setiap orang memiliki garis batas tersendiri. Setiap orang memiliki teori seks dan uang tersendiri.

Saat saya melihat seseorang “menderita untuk karya seni mereka”, biasanya adalah kasus dimana mereka tidak tahu dimana garis batas itu, tidak tahu dimana kedaulatan berada.

Entah bagaimana dia mengira produser yang culas itu tidak akan membuatnya membunuh filmnya dengan menulis kembali. Entah bagaimana dia mengira pemilik galeri adalah pebisnis yang andal. Entah bagaimana dia mengira bahwa penerbit akan mendorong novel barunya dengan baik. Entah bagaimana dia mengira kapitalis spekulasi akan lebih santun tentang aliran dana awal. Entah bagaimana dia mengira bahwa CEO akan mendukung awal marketing baru.

Tahu memberi garis batas adalah seperti mengenal diri Anda sendiri, seperti mengenali sahabat Anda. Beberapa orang lebih baik dari yang lainnya. Hidup itu tidak adil.

Tidak ada komentar: