10. Semakin berbakat seseorang, semakin sedikit peralatan yang dibutuhkannya.
Bertemu dengan seseorang yang menuliskan karya terbesarnya di balik menu tidak membuat saya terkejut. Bertemu dengan seseorang yang menuliskan karya terbesarnya dengan pena Cartier perak di atas meja tulis antik di SoHo akan sangat mengejutkan saya.
Abraham Lincoln menulis “The Gettysburg Address” di atas kertas biasa yang dia minta dari seorang teman di mana dia tinggal menumpang.
James Joyce menulis dengan pensil dan buku catatan yang sederhana. Orang lain yang mengetikkannya, setelah beberapa waktu.
Van Gogh jarang melukis dengan lebih dari enam warna di paletnya.
Saya menggambar di belakang kartu nama.
Tidak ada hubungan antara kreativitas dan kepemilikan alat. Tidak ada.
Sebenarnya, saat si seniman berkonsentrasi dengan karyanya, dan mulai berhasil, jumlah alatnya cenderung semakin sedikit. Dia tahu apa yang dia inginkan. Menghabiskan energi mental pada barang membuang-buang waktu. Seniman adalah orang yang sedang dalam sebuah misi. Dia memiliki batas waktu. Dia memiliki klien kaya yang selalu mengawasinya. Hal terakhir yang ingin dia habiskan adalah waktu tiga minggu untuk belajar menggunakan bor pembuat alur yang tidak dia butuhkan.
Peralatan yang mahal hanya memberikan satu pilar lagi yang harus disembunyikan.
Karena itu begitu banyak sutradara seni kelas dua dengan komputer Macintosh yang canggih.
Karena itu begitu banyak penulis penjiplak dengan laptop tercanggih.
Karena itu begitu banyak fotografer tidak ahli dengan kamera digital tercanggih.
Karena itu begitu banyak pelukis tidak terkenal dengan studio mewah di kawasan elit.
Bersembunyi di belakang pilar, semuanya.
Pilar tidak membantu, mereka menghalangi. Semakin besar pilarnya, semakin Anda bergantung kepadanya secara psikologis, semakin pilar itu menghalangi Anda.
Dan hal ini juga berlaku pada bisnis.
Karena begitu banyak bisnis gagal dengan kantor mewah.
Karena itu begitu banyak pebisnis gagal yang menghabiskan banyak uang membeli jas mahal dan keanggotaan yacht yang sangat mahal.
Sekali lagi, bersembunyi di belakang pilar.
Orang-orang sukses, artis dan non-artis, sangat ahli mengenali pilar. Mereka sangat ahli melakukannya tanpa pilar tersebut. Bahkan, sekali mereka melihat pilar, mereka langsung menyingkirkannya.
Manajemen pilar yang baik adalah salah satu bakat berharga yang dapat Anda miliki di bumi. Jika Anda memilikinya, saya iri. Jika tidak, saya kasihan pada Anda.
Tentu saja, tidak ada orang yang sempurna. Kita semua memiliki pilar masing-masing. Kita sepertinya membutuhkan pilar-pilar tersebut. Anda tidak akan pernah terlepas dari pilar. Begitu juga saya.
Yang bisa kita lakukan hanyalah terus bertanya, “Apakah ini sebuah pilar?” setiap aspek dari bisnis, keahlian, alasan kita untuk hidup, dan sebagainya, dan mulailah dari situ. Semakin kita bertanya, semakin baik kita mengenali pilar, semakin cepat pilar tersebut hilang.
Bertanya. Terus bertanya. Lalu tanya lagi. Berhentilah bertanya dan Anda mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar