Kemarin baru saja melihat siaran Oprah lewat internet membahas buku A New Earth bersama penulisnya Eckhart Tolle. Banyak sekali hal-hal baru, sudut pandang baru yang saya dapatkan dari menyaksikannya. Berikut ini hal-hal yang bisa saya dapatkan dari pembahasan Bab Pertama dari buku tersebut.
Untuk menjadi baik Anda tidak haru menjadi baik tetapi Anda harus menemukan kebaikan di dalam diri Anda sendiri. Yang saya tangkap dari kalimat di atas adalah Anda tidak bisa memaksakan sesuatu di luar hati nurani Anda karena menurut saya hati nurani Anda akan selalu menyuarakan kebaikan.
Oprah mengatakan bahwa dia selalu berdoa agar Tuhan selalu menggunakan dirinya. Menggunakan dirinya untuk kebaikan orang lain. Membuat saya tergugah untuk juga berdoa dan menanyakan kepada diri saya sendiri, apa yang Tuhan ingin saya lakukan untuk orang banyak? Sudahkah saya membuat diri saya berguna untuk orang lain.
Di sini juga dibicarakan untuk mencoba tidak melabeli apapun, bahkan tidak melabeli pepohonan. Dengan begitu kita akan melihat sudut pandang yang baru. Tidak melabeli orang lain agar kita juga tidak dilabeli orang lain.
Mencoba tidak menyalurkan energi negatif kita jika ada sesuatu yang membuat kita kesal atau tidak senang, karena jika energi negatif tersebut menjadi kolektif, maka akan menjadi masalah di dalam masyarakat. Karena itu diperlukan waktu untuk kita berbicara pada diri sendiri, merenungkan hal-hal yang sederhana seperti “Apakah saya masih bernapas?” dan benar-benar merasakannya.
Saat ini kita masih terpaku pada apa yang akan kita lakukan padahal kita belum selesai melakukan satu hal. Misalnya, saat kita masih menggosok gigi kita, kita sudah memikirkan apa yang akan kita lakukan di kantor nanti. Akan lebih baik kita tetap berfokus pada apa yang sedang kita lakukan agar kita benar-benar menikmatinya.
Ego masih mendominasi diri kita apabila kita sudah mendapatkan apa yang kita inginkan tetapi kita masih merasa kurang, tidak bahagia. Kebahagiaan ada di dalam diri Anda dan jangan biarkan apa yang Anda miliki mendefinisikan siapa diri Anda.
Pondasi dari hidup Anda adalah saat ini, misalnya rasa syukur. Temukan tempat penerimaan dalam diri Anda. Bertemanlah dengan saat ini. Pertanyakan kembali hubungan Anda dengan saat ini, apakah penuh dengan negativitas?
Karena apa yang Anda tolak, akan bertahan. Hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah menerimanya lalu bertindak.
Pertanyaan lainnya adalah “Apakah Anda hadir saat ini? Apakah saya siap melakukan ini?” Untuk itu hanya khawatirkan diri Anda. Dan bertanyalah pada diri Anda sendiri, “Apa tujuan hidup kita?”
Mungkin ada banyak hal lain yang saya lewatkan tetapi dari uraian saya di atas cukup bagi kita untuk mempertanyakan kembali apa tujuan hidup kita. Akankah kita berhenti bermimpi hanya karena komentar orang yang belum tentu berpihak pada keberhasilan kita? Ataukah kita akan mengorbankan impian besar kita untuk digunakan Tuhan membantu saudara-saudara kita mencapai impian mereka? Semuanya terpulang kepada Anda. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar