Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendengarkan berarti :
1. Mendengar akan sesuatu dengan sungguh-sungguh, memasang telinga baik-baik untuk mendengar.
2. Memperhatikan, mengindahkan; menurut (nasihat, bujukan, dan sebagainya)
Tapi berapa banyak dari kita yang mendengarkan apa yang dibicarakan teman kita? Tidak sekadar mendengarkan, menunggunya selesai bicara dan kita melanjutkannya dengan topik pembicaraan lain?
Saya sering mengalami kejadian seperti ini. Seorang teman saya memulai pembicaraan. Saya dengarkan. Lalu saya ajukan pertanyaan. Entah tidak mendengar pertanyaan saya atau memang tidak ingin menjawab pertanyaan saya, teman saya itu tidak menjawab pertanyaan saya. Atau saat saya sedang ingin didengarkan, tidak ada yang mau mendengarkan. Mungkin karena pembicaraannya yang tidak menarik atau waktunya memang tidak tepat. Entahlah.
Karena itulah saya lebih banyak berdiam diri jika ada sesuatu yang mengganggu saya. Menjauh sebentar dari orang yang membuat saya marah atau sedih. Mencoba mengintrospeksi diri sendiri, apa yang membuat seseorang itu bisa mengeluarkan perkataan yang membuat saya marah atau sedih.
Dari pengalaman itu, saya akhirnya bisa menjadi orang yang lebih sabar, tidak terlalu cepat mengumbar kejelekan orang lain dengan menceritakan hal-hal yang membuat saya marah.
Mencoba menjadikan diri ini sahabat terbaik bagi diri saya sendiri dan tentu mendekatkan diri pada Tuhan, tidak hanya pada saat susah, tetapi juga saat senang. Semoga saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar