13 Agustus 2008

Nyaris Terjebak...

Kemarin, teman kerja saya memberitahukan bahwa pegawai baru yang akan direkrut dipromosikan menerima gaji yang jauh lebih besar dari gaji kami berdua.

Perasaan pertama yang saya rasakan adalah rasa marah. Kenapa bisa seperti itu?
Apakah saya kurang kompeten dengan pekerjaan yang saya lakoni sekarang?
Bagaimana bisa calon pegawai yang baru selesai kuliah bisa memiliki gaji yang lebih besar dari saya yang sudah bertahun-tahun bekerja?
Marah, marah, dan marah....

Setelah berhasil menenangkan diri, saya langsung berintrospeksi diri.
Hei, ada yang belum kau lakukan untuk membuat dirimu dikenal orang lain.
Kau belum memperlihatkan kinerjamu yang terbaik. Belum mencemerlangkan keahlianmu, belum mensahabatkan dirimu, belum membekali dirimu dengan berbagai ilmu, belum dan banyak belum lainnya.

Saya jadi malu sendiri, begitu mudahnya terpengaruh, mudah marah, mudah sekali untuk terjebak, mudah diombang-ambing. Perasaan yang sangat tidak enak, karena tidak merasa nyaman terhadap diri sendiri. Dan belum menjadikan diri ini sebagai sahabat terbaik.

Mengapa begitu mudahnya terprovokasi hal yang belum tentu benar, hanya baru sebatas isu. Masih banyak yang harus kau pelajari, sebelum merasa puas.

Untuk itu, janganlah iri terhadap apa yang orang miliki sebelum mengintrospeksi diri, mencari apa yang masih kurang dari diri kita dan mencoba mengembangkan diri sebaik mungkin dengan belajar dari orang-orang besar yang tidak akan merendahkan kita agar mereka menjadi orang besar. Hanya orang-orang kecil yang merendahkan orang lain agar mereka merasa dirinya besar.

Tidak ada komentar: