19 Juli 2008

Apa Sih Kategori Orang Sulit?

Selama berinteraksi dengan orang lain, sering terdengar keluhan bahwa si A itu orangnya sulit, atau si B itu orangnya tidak bisa diajak bekerja sama.
Dulu saya selalu beranggapan bahwa seseorang itu termasuk orang yang sulit saat pertama kali bertemu.

Ternyata, anggapan saya itu seringkali justru merugikan diri saya.
Orang yang saya anggap sulit itu, terbukti tidak sulit setelah saya mengenal dirinya, bertukar pikiran dengannya, dan menemukan sedikit banyak sifat saya di dirinya.

Karena itulah, jika kita mencap seseorang itu sulit, ada baiknya untuk melihat kepada diri kita sendiri dulu, apakah memang kita yang sulit, atau dia yang sulit.
Sulit menurut kita belum tentu sulit menurut orang lain. Kita harus mengenal seseorang terlebih dulu sebelum mencapnya sebagai orang sulit.

Jika memang kita sudah mencoba mengenalnya dengan baik dan ternyata dia memang orang yang sulit, ada baiknya kita mencoba mengenalkannya pada pikiran-pikiran yang baik, dengan cara yang baik juga. Kita memberinya nasihat saat dia memintanya, dan mencoba memberikan jalan keluar yang baik untuk masalah yang dihadapinya.

Memang mudah untuk diucapkan, tapi saya juga masih dalam tahap belajar untuk bisa
mengerti mengapa seseorang berperilaku sulit. Setelah kita mengerti alasannya, kita akan lebih mudah memahami alasannya untuk berperilaku seperti itu. Intinya adalah introspeksi diri, apakah kita yang bermasalah atau orang lain yang bermasalah, agar kita bisa memperkecil konflik yang mungkin terjadi akibat ketidakpahaman diantara kita dan teman kita.

Tidak ada komentar: